banner 728x250

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bintan Genjot Pertanian Lokal

Dorong Kesejahteraan Petani, Poktan Barokah Manfaatkan Bantuan Teknologi dan Optimalisasi Lahan

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Pemerintah Kabupaten Bintan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan dan pengembangan berbagai komoditas pertanian unggulan. Langkah konkret ini terlihat jelas dari geliat Kelompok Tani (Poktan) Barokah di Kangboi, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, yang aktif membudidayakan padi gogo, jagung pipil, hingga cabai merah.

Dukungan penuh ditunjukkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, saat menghadiri penanaman padi gogo dan cabai merah di lahan milik Muklis, anggota Poktan Barokah, pada Selasa 27 Oktober 2026.

banner 325x300

Dalam kesempatan tersebut, Ronny menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan secara optimal yang diimbangi dengan penyaluran bantuan sarana dan prasarana (sarpras) tepat guna.

“Ketahanan pangan harus kita bangun bersama dengan memanfaatkan potensi yang ada. Kami berharap kelompok tani terus meningkatkan produktivitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Ronny.

Saat ini, Poktan Barokah tengah mengelola beberapa sektor komoditas strategis:
• Padi Gogo: Ditanam di lahan seluas 0,5 hektare dengan target produksi mencapai 5 ton dan diproyeksikan panen pada akhir Januari 2027.
• Jagung Pipil: Menggunakan varietas Pendekar Sakti unggulan dari Syngenta di lahan seluas 0,5 hektare, dengan perkiraan panen awal Februari 2027.
• Cabai Merah (Screen House): Dibudidayakan dalam fasilitas screen house berukuran 10×50 meter dengan populasi sekitar 1.000 batang. Target panen diproyeksikan mencapai 1 ton pada akhir Februari 2027.
• Cabai Varietas Akar & Lokal Medan: Dengan populasi 2.500 batang, komoditas ini telah mencatatkan panen sebanyak 200 kilogram dari dua kali petik, dengan harga jual cabai hijau mencapai Rp55.000 per kilogram.

Keberhasilan produktivitas ini tak lepas dari sinergi bantuan yang diterima Poktan Barokah secara bertahap sejak periode 2023 hingga 2026. Bantuan berupa cultivator, sarana produksi sayuran, benih padi, pupuk, hingga hand tractor bersumber dari kolaborasi APBD Kabupaten Bintan, APBD Provinsi Kepri, dan APBN. Selain itu, Bank Indonesia (BI) turut menyalurkan satu paket screen house untuk mendukung budidaya cabai modern.

Ronny berharap seluruh fasilitas dan alat pertanian ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di Bintan.

“Dengan semangat petani, pemanfaatan teknologi, dan dukungan berbagai pihak, kita berharap sektor pertanian semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat Bintan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!