TTU –
Tidak hanya berkutat di ruang perkuliahan, mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Timor (UNIMOR), turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan KKBDM di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat 23 hingga Minggu 25 Oktober 2026, ini menjadi wujud nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pendidikan, pengabdian, kolaborasi, dan pemberdayaan.
Mengusung semangat kampus berdampak, kegiatan KKBDM tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dan dosen terlibat dalam berbagai aktivitas yang menyentuh bidang pendidikan, lingkungan, sosial, seni, dan pelayanan keagamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan visi dan misi serta promosi Program Studi Pendidikan Matematika. Tim juga menggelar pameran alat peraga pembelajaran di dua sekolah, yakni SMP Mimbar Budhi dan SMP Negeri 1 Biboki Selatan, sebagai upaya memperkenalkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret dan menarik.
Selain itu, dilaksanakan kegiatan pengabdian dosen dan mahasiswa di sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Tak berhenti di lingkungan sekolah, semangat pengabdian juga diwujudkan melalui aksi kerja bakti di dua lokasi, yakni Paroki Santo Petrus Kanisius dan kawasan Pasar Manufui. Kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan langsung sivitas akademika dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong bersama masyarakat.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan jalan santai bersama masyarakat serta pentas seni yang melibatkan mahasiswa dan siswa-siswi SMP maupun SMA. Sementara itu, mahasiswa turut mengambil bagian dalam pelayanan koor pada Misa Minggu di paroki.
Sebagai bentuk kontribusi yang dapat dimanfaatkan secara langsung, tim KKBDM juga melaksanakan pemasangan penunjuk arah menuju SMP Negeri 1 Biboki Selatan.
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana, tetapi memiliki nilai sosial ketika dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Timor, Cecilia Novianti Salsinha, S.Si., M.Sc., menekankan pentingnya membangun kolaborasi dan kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan gagasan kampus berdampak, yakni perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan di ruang kelas, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial melalui kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Dalam materi yang disampaikan, semangat membangun kemitraan ditegaskan melalui kesadaran bahwa perguruan tinggi dan masyarakat saling membutuhkan. Mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan pada akhirnya akan kembali dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Karena itu, pendidikan tinggi perlu membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga karakter, empati, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.
Kontribusi tersebut tidak selalu harus diwujudkan melalui pembangunan gedung atau bantuan fisik dalam skala besar. Kehadiran dosen dan mahasiswa, berbagi pengetahuan, membangun komunikasi, bekerja bersama, serta menumbuhkan semangat gotong royong merupakan bagian penting dari pengabdian yang bermakna.
Pesan ini menjadi salah satu landasan penting pelaksanaan KKBDM di Desa Supun: kampus tidak boleh berjarak dari masyarakat, sebab ilmu pengetahuan akan semakin berarti ketika dapat diterapkan dan memberikan manfaat dalam kehidupan nyata.
Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, KKBDM menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar aspek akademik atau soft skills.
Melalui interaksi langsung dengan siswa, masyarakat, dan berbagai unsur di lingkungan desa, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam membangun komunikasi, bekerja sama, mengembangkan kepemimpinan, serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial.
Pengalaman tersebut penting karena keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memahami teori, tetapi juga oleh kesanggupannya menerapkan pengetahuan, beradaptasi dengan lingkungan, dan bekerja bersama orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Pameran alat peraga pembelajaran, misalnya, memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih konkret. Sementara itu, kegiatan kerja bakti, jalan santai, pentas seni, dan pelayanan koor memperluas pengalaman mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kebersamaan.
Dengan demikian, KKBDM menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di lapangan.
Pelaksanaan KKBDM di Desa Supun juga menegaskan pentingnya membangun kemitraan antara perguruan tinggi, sekolah, gereja, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan hubungan sosial, serta tumbuhnya kesadaran bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Bagi mahasiswa, masyarakat bukan sekadar tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian, melainkan juga ruang belajar untuk memahami realitas kehidupan, mengenali kebutuhan lingkungan, dan mengembangkan kepekaan sosial.
Sebaliknya, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat belajar, memperluas wawasan, dan mendorong kerja sama yang berkelanjutan.
Rangkaian KKBDM yang berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026, diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama tiga hari. Lebih dari itu, pengalaman yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadi bekal untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat karakter, dan mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi bukan hanya terletak pada proses pembelajaran dan lulusan yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuannya membangun hubungan dengan masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang bermanfaat.
Sebab, kampus yang berdampak adalah kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian, membangun kemitraan, dan bertumbuh bersama masyarakat.
Pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari di ruang kelas, melainkan juga tentang bagaimana ilmu itu digunakan untuk memberi arti bagi kehidupan.
Editor: Jery Manek

















