TTU –
Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mendorong penerapan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan KKBDM Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Timor (Unimor), yang berlangsung di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT), pada 23–25 Oktober 2026.
Selama tiga hari, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan sosial, mulai dari pemaparan visi dan misi Program Studi Pendidikan Matematika, kerja bakti di Paroki Santo Petrus Kanisius Manufui, kerja bakti di lokasi pasar manufui, hingga pameran alat peraga pembelajaran matematika di SMP Mimbar Budhi dan SMP Negeri 1 Biboki Selatan.
Selain menjadi bagian dari pelaksanaan program kegiatan mahasiswa, KKBDM ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas akademik Program Studi Pendidikan Matematika sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendidikan, kepedulian sosial, dan aksi nyata.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran matematika tidak harus terbatas pada teori di ruang kelas. Melalui alat peraga dan kegiatan edukatif, konsep matematika dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Salah satu agenda dalam kegiatan KKBDM adalah pemaparan visi dan misi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Timor.
Agenda ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan arah pengembangan program studi, tujuan pendidikan, serta peran pendidikan matematika dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis, dan kreatif.
Pendidikan matematika memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan memahami angka, menganalisis persoalan, dan menarik kesimpulan secara logis merupakan keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Melalui pengenalan visi dan misi tersebut, kegiatan KKBDM diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan serta membuka ruang komunikasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Perhatian terhadap pembelajaran juga diwujudkan melalui pameran alat peraga matematika di SMP Mimbar Budhi dan SMP Negeri 1 Biboki Selatan.
Pameran ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menghubungkan konsep matematika dengan media konkret.
Penggunaan alat peraga dapat membantu peserta didik memahami materi yang abstrak melalui bentuk visual maupun praktik langsung. Dengan pendekatan yang tepat, matematika dapat dipelajari secara lebih interaktif dan tidak semata-mata dipandang sebagai kumpulan rumus serta perhitungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan media pembelajaran, mengasah kemampuan komunikasi, dan memahami kebutuhan pembelajaran di lingkungan sekolah.
Bagi dunia pendidikan, inovasi sederhana dalam penggunaan alat peraga dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar mengajar.
Dengan demikian, pameran alat peraga bukan sekadar menampilkan media pembelajaran, melainkan juga memperkenalkan kemungkinan pendekatan belajar yang lebih kontekstual, kreatif, dan menyenangkan.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, rangkaian KKBDM juga diisi dengan kerja bakti di Paroki Santo Petrus Kanisius Manufui dan pasar Manufui.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Kebersihan lingkungan gereja menjadi bagian dari kepedulian terhadap tempat ibadah dan ruang bersama. Sementara itu, kerja bakti di kawasan pasar merupakan bentuk perhatian terhadap kebersihan fasilitas publik yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi setiap hari.
Pasar yang bersih dan tertata dapat mendukung kenyamanan pedagang maupun pembeli. Namun, upaya menjaga kebersihannya tentu membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari seluruh pihak, termasuk pengelola pasar, pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya gotong royong, tanggung jawab sosial, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Timor, Cecilia Novianti Salsinha, S.Si., M.Sc., menjadi salah satu figur akademik yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan KKBDM ini menempatkan pendidikan, pengenalan program studi, inovasi pembelajaran, dan pengabdian sosial sebagai rangkaian yang saling melengkapi.
Melalui kegiatan di tengah masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajari di perguruan tinggi, sekaligus mengembangkan kepekaan terhadap kebutuhan lingkungan pendidikan dan sosial.
Pendidikan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Ketua Panitia KKBDM, Jekson Sanak, turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Rangkaian agenda yang mencakup pemaparan visi dan misi program studi, pameran alat peraga pembelajaran, serta kerja bakti di lingkungan gereja dan pasar menunjukkan beragam bentuk keterlibatan mahasiswa dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran di luar kampus bagi mahasiswa untuk melatih kerja sama, membangun komunikasi, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan tanggung jawab dalam menjalankan program bersama.
Keberhasilan kegiatan semacam ini tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya seluruh agenda, tetapi juga oleh manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan keberlanjutan nilai-nilai positif yang dibangun selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan KKBDM Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Timor di Desa Supun menjadi gambaran bahwa proses pendidikan dapat berlangsung melalui berbagai bentuk pengalaman, baik di ruang kelas maupun di tengah masyarakat.
Pemaparan visi dan misi memperkenalkan arah pengembangan akademik. Pameran alat peraga membuka ruang inovasi pembelajaran. Sementara itu, kerja bakti di gereja dan pasar menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan serta kepentingan bersama.
Ketiga bentuk kegiatan tersebut memperlihatkan hubungan antara pendidikan, kreativitas, dan pengabdian sosial dalam membangun pengalaman belajar mahasiswa yang lebih luas.
Pada akhirnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami ilmu yang dipelajari, tetapi juga diharapkan mampu menerapkannya secara bertanggung jawab, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, melainkan juga tentang bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Penulis: Jery Manek

















