Malaka –
Menjelang pelantikan anggota baru, Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu menggelar renungan malam sebagai ruang refleksi untuk memperdalam makna perjuangan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Meotroy, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 19.00 WITA.
Renungan dibawakan langsung oleh Ketua Bidang II Pengembangan Organisasi IMADAR Kefamenanu, Wilhelmus Manek Klau, didampingi Ketua Bidang I Pendidikan dan Pengkaderan, Krisanto D. Nana.
Suasana renungan menjadi momentum bagi para calon anggota untuk melihat kembali perjalanan yang telah mereka lalui selama mengikuti Masa Penerimaan dan Bimbingan Anggota Baru (MPBAB). Mereka diajak memahami bahwa proses pengkaderan bukan semata-mata tahapan administratif untuk memperoleh status keanggotaan, melainkan bagian dari perjalanan membentuk karakter, kedisiplinan, solidaritas, dan kesadaran untuk mengabdi.
Renungan malam tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pilihan untuk bergabung dalam organisasi harus disertai kesediaan untuk belajar, berproses, menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.
Dalam kehidupan berorganisasi, seseorang tidak cukup hanya memiliki semangat untuk bergabung. Ia juga perlu memiliki kemauan untuk ditempa, kerendahan hati untuk menerima nasihat, keberanian untuk mengakui kekurangan, serta keteguhan untuk tetap berjalan ketika menghadapi kesulitan.
Melalui renungan tersebut, para calon anggota diajak memahami bahwa menjadi bagian dari IMADAR berarti bersedia masuk dalam sebuah proses pembelajaran yang menuntut komitmen dan konsistensi.
Nilai-nilai perjuangan tidak cukup diucapkan dalam forum atau ditampilkan ketika kegiatan berlangsung. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap, perilaku, cara menghargai sesama, dan kesediaan untuk menjalankan tanggung jawab organisasi.
Momentum menjelang pelantikan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para calon anggota untuk mempersiapkan diri secara mental dan moral sebelum secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar IMADAR Kefamenanu.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu periode 2026/2027, Marlianus Jeriyanto Manek atau yang akrab disapa Jery Manek, menegaskan bahwa renungan malam memiliki arti penting dalam proses pembentukan karakter dan kesiapan anggota baru sebelum memasuki tanggung jawab organisasi.
Menurutnya, renungan bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi rangkaian acara MPBAB, melainkan kesempatan bagi setiap calon anggota untuk menilai kembali niat, memperkuat komitmen, dan memahami konsekuensi dari keputusan untuk menjadi bagian dari organisasi.
“Bagi saya, renungan ini bukan hanya tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk dilantik, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan hati dan pikiran untuk menjalani proses pengabdian. Jangan hanya bersemangat ketika hendak dilantik, tetapi harus tetap memiliki semangat yang sama ketika menghadapi tantangan dalam organisasi,” tegas Jery Manek.
Ia menjelaskan bahwa proses berorganisasi merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, loyalitas, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, para anggota baru tidak boleh memandang pelantikan sebagai garis akhir dari perjuangan, tetapi sebagai pintu masuk menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Jery juga mengharapkan agar seluruh anggota baru mampu menjaga persaudaraan, menghormati proses pengkaderan, serta menanamkan kesadaran bahwa organisasi tidak dapat dibangun hanya oleh satu atau dua orang, melainkan melalui keterlibatan dan komitmen seluruh anggota.
“Organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, tetapi oleh kualitas karakter, kesatuan hati, dan kesediaan setiap kader untuk mengambil bagian dalam perjuangan bersama. Saya berharap anggota baru IMADAR mampu membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui kata-kata,” lanjutnya.
Renungan malam sebelum pelantikan juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan tanggung jawab sosial dalam proses pengkaderan mahasiswa.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, IMADAR Kefamenanu diharapkan menjadi ruang pertumbuhan bagi generasi muda Dawan “R” untuk mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
Kader yang matang bukanlah kader yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan kader yang bersedia belajar dari pengalaman, terbuka terhadap kritik, dan mampu memperbaiki diri demi kepentingan bersama.
Oleh karena itu, renungan menjelang pelantikan menjadi bagian penting dalam mengingatkan para anggota baru bahwa perjuangan organisasi membutuhkan kesungguhan hati sekaligus tindakan yang bertanggung jawab.
Melalui proses MPBAB, IMADAR Kefamenanu berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut agar para anggota baru tidak hanya hadir sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi juga mampu menjadi bagian aktif dalam menjaga keberlanjutan dan kemajuan organisasi.
Renungan malam yang berlangsung di Aula Kantor Desa Meotroy menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelantikan anggota baru IMADAR Kefamenanu. Kegiatan ini mengingatkan bahwa setiap proses memiliki makna dan setiap tanggung jawab menuntut kesiapan.
Pelantikan dapat mengesahkan keanggotaan seseorang, tetapi komitmen, karakter, dan kesetiaan dalam pengabdian akan dibuktikan melalui perjalanan setelah pelantikan.
Karena itu, para anggota baru diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama MPBAB ke dalam kehidupan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Pada akhirnya, perjuangan tidak dimulai ketika seseorang mengenakan identitas organisasi, tetapi ketika ia bersedia belajar, bertanggung jawab, dan mengabdikan dirinya demi tujuan bersama.
Bagi IMADAR Kefamenanu, renungan malam bukan sekadar jeda sebelum pelantikan. Ia menjadi pengingat bahwa sebelum melangkah lebih jauh dalam perjuangan organisasi, setiap kader perlu mengenali dirinya, meluruskan niatnya, dan memperteguh komitmennya.
IMADAR KEFAMENANU — Fetof Naof Ansaof Mese Nok Nekaf Mese.
Penulis: Jery Manek

















