GORONTALO, 17 Oktober 2026. Radarperbatasan.com – Bupati Gorontalo, Hi. Sofyan Puhi, resmi menerima anugerah gelar adat Pulanga berupa Tauwa Lo Lahuwa dari Dewan Adat dan Lembaga Adat Gorontalo. Gelar tersebut bermakna pemimpin negeri yang memiliki kewibawaan, arif, dan bertindak tegas. Penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam tatanan adat Gorontalo kepada tokoh yang dinilai memiliki karya, jasa, dan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Keputusan pemberian gelar dicapai melalui musyawarah adat yang digelar para tokoh adat di Banthayo Poboide, Limboto, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Para pemangku adat menilai Sofyan Puhi layak menerima Pulanga berdasarkan rekam jejak dan kontribusinya dalam pembangunan serta pelayanan publik di Gorontalo.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Hi. Sofyan Puhi bersama istri, Ny. Maryam Sofyan Puhi, berangkat dari rumah adat Banthayo Poboide menuju Yiladia di rumah jabatan Bupati Gorontalo dengan menaiki bendi, didampingi para petinggi adat Lo Limutu.
Di rumah jabatan, prosesi disaksikan sejumlah petinggi daerah, antara lain Gubernur Gorontalo Hi. Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Hj. Idah Syahidah, segenap kepala daerah, serta para mantan kepala daerah. Turut hadir pemegang gelar adat lainnya, Hi. Idris Rahim dan Hi. Marten Taha, serta anggota DPD RI dari wilayah Gorontalo.
Dalam budaya Gorontalo yang menganut falsafah “adat bersendikan sara’, sara’ bersendikan Kitabullah,” terdapat empat gelar adat, yaitu Tauwa Lo Hunggiya, Tauwa Lo Lahuwa, Tauwa Lo Madala, dan Tauwa Lo Data. Masyarakat adat Gorontalo juga terikat dalam persaudaraan U Duluwo Limo Lo Pohalaa.
Rangkaian prosesi diwarnai lantunan sair dalam bahasa Gorontalo yang sarat makna, petuah adat, dan wejangan mendalam. Suasana lokasi kegiatan tampak semarak dengan papan ucapan selamat serta hiasan janur kuning yang ditata melengkung rapi di sepanjang jalan, sebagai bagian dari tradisi pelaksanaan adat Gorontalo.
Penganugerahan gelar Tauwa Lo Lahuwa kepada Bupati Sofyan Puhi diharapkan menjadi semangat baru untuk terus mengabdi, membangun daerah, serta menjaga kearifan lokal dan identitas budaya Gorontalo.
( Idrak )

















