LEBAK – KORDIV PAM Kordinator Divisi Pengamanan LSM GMBI DPD Kabupaten Lebak, Aris RJ, menyatakan kekecewaan mendalam atas buruknya pelayanan Rumah Sakit (RS) Misi Lebak. Kekecewaan ini dipicu oleh perlakuan tidak maksimal terhadap ibu kandung dari Ketua LSM GMBI DPD Lebak, yang dipaksa pulang padahal belum genap satu hari menjalani perawatan medis akibat penyakit kelenjar yang dideritanya sebelum tindakan operasi.
“Peristiwa ini dinilai sangat kontradiktif dengan komitmen yang pernah disampaikan pihak manajemen rumah sakit beberapa waktu lalu. Sekitar dua bulan yang lalu, LSM GMBI DPD Lebak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Lebak bersama Komisi III, Kepala BPJS Lebak, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran direksi rumah sakit setempat, termasuk Direktur RS Misi Lebak, untuk membahas tunggakan biaya layanan BPJS.”papar aris.
Dalam forum resmi tersebut, Aris RJ bahkan sempat memberikan apresiasi secara langsung di depan Direktur RS Misi atas komitmen peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Namun, melihat realita yang terjadi saat ini, Aris menilai pernyataan yang disampaikan oleh sang direktur dalam RDP tersebut hanyalah omong kosong dan sekadar pencitraan di depan peserta rapat.
“Tentu saya sangat kecewa dengan paparan direktur Rs misi yang mengaku melayani pasien dengan sebaik-baik nya, bahkan sang direktur juga meminta jika ada persoalan apapun, di komunikasikan saja dengan pihak managment,” ungkap nya.
Kekecewaan LSM GMBI DPD Lebak semakin memuncak karena pelayanan buruk ini justru menimpa ibu kandung dari King Naga, sosok pentolan aktivis Lebak yang dikenal vokal dan tegas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di wilayah Kabupaten Lebak. “Dan saya selaku pihak GMBI menyayangkan sikap abai rumah sakit terhadap hak-hak pasien yang membutuhkan perawatan intensif pra-operasi.” pungkas Aris.
Dikonfirmasi awak media, King Naga juga mengaku tidak terima atas perlakuan pihak Rs Misi yang telah abai dalam melakukan pelayanan terhadap pasien, apalagi hal ini menimpa ibu kandungnya sendiri.
Jum’at 16/10/2026.
“Terang saja saya tidak terima atas perlakuan pihak Rumahsakit Misi apalagi ini menimpa ibu kandung saya sendiri, orang lain juga saya bela-belain apalagi ini menyangkut keluarga.” tegas nya, tutup.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Rs misi.
Hkz

















