banner 728x250

Ziarah Keuskupan Maumere Jadi Seruan Kebangkitan: Bupati Sikka Tekankan Solidaritas bagi Korban Gempa dan Ancaman Kekeringan

banner 120x600
banner 468x60

SIKKA, RADAR PERBATASAN — Pemulihan pascagempa di Kabupaten Sikka tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kepedulian, solidaritas, dan keterlibatan nyata seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting agar warga terdampak mampu bangkit dan kembali menata kehidupan. Pesan inilah yang ditegaskan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam Ziarah Umat Keuskupan Maumere 2026 di Sanctuarium Wisung Fatima Lela, Selasa (13/10/2026).

banner 325x300

Mengusung tema “Bersama Santa Perawan Maria Fatima, Kita Bangkit Kembali Pascabencana”, perayaan Ekaristi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus meneguhkan tanggung jawab bersama terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa bumi yang melanda wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Perayaan Ekaristi dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, dan dihadiri para pastor paroki se-Keuskupan Maumere, ribuan umat, Wakil Bupati Sikka Ir. Simon Subandi Supriadi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka, serta para pimpinan perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Juventus menegaskan bahwa iman dan pengharapan kepada Tuhan harus diwujudkan melalui tindakan kasih yang konkret, terutama ketika sesama menghadapi penderitaan dan kesulitan.

Mengenang Gempa, Menyaksikan Langsung Penderitaan Warga

Bupati Sikka mengenang gempa bumi pada 15 Agustus 2026 yang berpusat di wilayah laut Kabupaten Nagekeo, berdekatan dengan Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Bencana tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat, mulai dari kerusakan rumah dan fasilitas ibadah hingga terganggunya aktivitas ekonomi serta kondisi psikologis warga.

Sehari setelah kejadian, tepatnya 16 Agustus 2026, Juventus bersama rombongan berkoordinasi dengan Romo Doni untuk mengunjungi Pulau Palue dan melihat langsung kondisi masyarakat terdampak.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah menerima informasi mengenai gangguan jaringan listrik dan telekomunikasi di sejumlah wilayah. Keterbatasan transportasi laut juga menjadi tantangan tersendiri sehingga rombongan akhirnya menggunakan kapal Polair untuk menjangkau lokasi terdampak.

Menurut Juventus, kondisi yang mereka temukan di lapangan sangat memprihatinkan. Sejumlah rumah mengalami kerusakan berat, sementara warga masih menghadapi trauma dan gangguan kesehatan. Keterisolasian wilayah semakin menyulitkan masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan.

Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh berhenti pada kata-kata, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata.

Pemerintah dan Gereja Harus Terus Berjalan Bersama

Di tengah dampak bencana, Bupati Sikka menilai solidaritas masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membantu warga melewati masa sulit. Koordinasi antara pemerintah daerah, para pastor paroki, dan berbagai unsur masyarakat turut berperan dalam menggerakkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Ia menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup hanya untuk dirinya sendiri. Setiap orang dipanggil untuk memiliki empati, menunjukkan kepedulian, dan bersolider dengan mereka yang sedang mengalami penderitaan.

Juventus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sikka, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya penanganan sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Maumere yang terus mendoakan masyarakat, para imam, Dewan Pastoral Paroki (DPP), Komunitas Umat Basis (KUB), serta semua pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu warga terdampak.

Bagi Bupati, dukungan tersebut menunjukkan bahwa semangat persaudaraan tetap hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kepedulian yang tumbuh selama masa tanggap darurat diharapkan tidak berhenti ketika perhatian terhadap bencana mulai berkurang.

Masyarakat yang masih berjuang memperbaiki rumah, memulihkan kondisi psikologis, dan menata kembali kehidupan ekonomi membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.

Iman Tidak Boleh Berhenti pada Doa

Sejalan dengan tema ziarah tahun ini, Juventus mengajak umat menjadikan iman dan pengharapan kepada Tuhan sebagai landasan untuk membangun kembali kehidupan pascabencana.

Menurutnya, pemulihan tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat perlu terlibat sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui bantuan material, dukungan moral, doa, maupun perhatian terhadap keluarga yang masih mengalami kesulitan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perayaan iman harus berbuah dalam kepedulian sosial. Doa dan pengharapan menemukan maknanya ketika umat bersedia hadir, mendengarkan, membantu, dan menguatkan sesama yang sedang menderita.

Dengan demikian, semangat ziarah bukan hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga kesempatan memperbarui komitmen untuk membangun kehidupan bersama yang lebih peduli dan berkeadilan.

Ancaman Kekeringan, Tantangan Berikutnya bagi Sikka

Selain menyoroti pemulihan pascagempa, Bupati Sikka mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan pada musim kemarau.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Sikka berpotensi mengalami kekeringan meteorologis. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta memunculkan persoalan lingkungan lainnya.

Menurut Juventus, dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah desa. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan bersama untuk mencegah krisis air dan mengurangi dampak kemarau berkepanjangan.

Pemerintah, katanya, akan berupaya menjalankan perannya sesuai kewenangan dan kemampuan yang tersedia. Namun, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, dan membantu warga yang mengalami kesulitan.

Peringatan ini memperluas pesan ziarah dari pemulihan pascagempa menuju kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana berikutnya. Solidaritas, menurut semangat yang disampaikan Bupati, perlu menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai persoalan yang mengancam kehidupan masyarakat.

Bangkit dalam Kasih dan Persaudaraan

Menutup sambutannya, Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan terima kasih kepada Uskup Maumere, para imam, biarawan-biarawati, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat terdampak bencana.

Ia berharap iman dan pengharapan masyarakat terus bertumbuh sehingga seluruh elemen dapat berjalan bersama dalam kasih, saling menguatkan, dan mengambil bagian dalam proses pemulihan kehidupan.

Ziarah Umat Keuskupan Maumere 2026 pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan bahwa kebangkitan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki kerusakan fisik, melainkan juga memulihkan harapan, menguatkan persaudaraan, dan memastikan masyarakat yang menderita tidak berjalan sendirian.

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!