DELI SERDANG – Empat pria diamankan dalam operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN) yang digelar Satresnarkoba Polresta Deli Serdang bersama BNNK Deli Serdang di Dusun I, Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Senin (12/10/2026) sore. Keempatnya dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine, sementara seorang pria yang dikenal dengan panggilan Amok, yang disebut dalam pemeriksaan awal sebagai sumber perolehan sabu, masih dalam pencarian polisi.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita empat paket kecil sabu dengan berat bruto 0,61 gram, satu pipa pirex, dan dua alat isap bong. Barang bukti beserta keempat pria yang diamankan dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi dipimpin Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H. Empat pria yang diamankan masing-masing berinisial P (48), S (33), IT (35), dan S (39).
Amok Belum Ditemukan, Polisi Lakukan Pencarian
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sabu tersebut disebut diperoleh dari seorang pria yang dikenal dengan panggilan Amok. Petugas telah melakukan pencarian di sekitar lokasi penggerebekan, tetapi pria tersebut belum ditemukan.
Polisi masih mendalami keterangan para pria yang diamankan untuk menelusuri asal barang bukti serta memastikan kemungkinan keterkaitan pihak lain dalam kasus tersebut.
Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan narkotika terus dilakukan melalui penindakan di lokasi yang terindikasi menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memberantas narkoba dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkotika,” ujar Fery Kusnadi.
Warga Diajak Berperan dalam Pemberantasan Narkoba
Usai penggerebekan, petugas bersama tim pemberantasan BNNK Deli Serdang dan Sekretaris Desa Emplasmen Kualanamu memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga setempat.
Penindakan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Keterlibatan warga melalui pemberian informasi kepada aparat dinilai penting untuk membantu mengungkap aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Hingga kini, keempat pria yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Polisi juga terus menelusuri keberadaan Amok untuk kepentingan penyelidikan.
Proses hukum selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh penyidik.
(Tim)

















