Betun – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi melaporkan bahwa sebanyak 29 unit Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah selesai dibangun per 9 Oktober 2026. Sementara puluhan unit lainnya masih dalam proses pengerjaan, dan 6 desa belum dapat memulai pembangunan karena terkendala status lahan.
Berdasarkan data monitoring periode 19 Februari 2026 hingga 9 Oktober 2026, dari 97 lokasi yang tercatat, sebanyak 29 KDMP telah mencapai progres 100 persen atau dinyatakan selesai. Ke-29 gerai yang rampung tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kobalima, Laenmanen, Malaka Barat, Malaka Tengah, Malaka Timur, Rinhat, Weliman, dan Sasitamean.
Beberapa di antaranya adalah KDMP Babulu, KDMP Kapitan Meo, KDMP Tesa, KDMP Tniumanu, KDMP Uabau, KDMP Besikama, KDMP Motaain, KDMP Raimataus, KDMP Umalor, KDMP Umatoos, KDMP Bakiruk, KDMP Barada, KDMP Bereliku, KDMP Fahiluka, KDMP Harekakae, KDMP Dirma, KDMP Kusa, KDMP Numponi, KDMP Raiulun, KDMP Wemeda, KDMP Naet, KDMP Niti, KDMP Angkaes, KDMP Haitimuk, KDMP Kleseleon, KDMP Lamudur, KDMP Umalawain, KDMP Wederok, dan KDMP Wesey.
Sementara itu, puluhan gerai lainnya masih dalam tahap pengerjaan dengan progres bervariasi. Beberapa yang mendekati rampung antara lain KDMP Fatuaruin (95,28 persen), KDMP Rabasahain (92,87 persen), KDMP Raisamane (89,39 persen), KDMP Woeo (88,79 persen), KDMP Rainawe (88,51 persen), KDMP Suai (87,86 persen), KDMP Naibone (85,30 persen), KDMP Biris (84,87 persen), dan KDMP Weseben (82,82 persen). Pekerjaan yang tersisa umumnya berupa pemasangan kusen, penutup dinding cladding, pagar kawat, kuda-kuda baja, penyelesaian kloset dan wastafel, hingga pengecoran footplat.
Namun, terdapat sejumlah desa yang progres pembangunannya masih rendah, bahkan di bawah 10 persen. Beberapa di antaranya KDMP Boen (9,81 persen), KDMP Nanin (7,39 persen), KDMP Nabutaek (2,78 persen), KDMP Babotin Selatan (2,05 persen), dan KDMP Tafuli (1,35 persen). Pekerjaan yang berjalan pada lokasi-lokasi ini masih berkisar pada pembersihan lahan, pengurukan, pemasangan fondasi, hingga pengecoran tiang.
Enam Desa Terkendala Lahan
Kendala utama muncul pada enam desa yang belum memulai pembangunan sama sekali, yakni Desa Lasaen, Makithan, Naas, Sikun, Wehali, dan Lotas. Pemerintah Desa Lasaen tidak memiliki aset tanah selain lahan Kantor Desa, sehingga berencana memanfaatkan lahan tersebut untuk pembangunan gerai KDMP. Desa Makithan masih melakukan pendekatan kepada kepala suku dan masyarakat untuk memperoleh kesepakatan terkait penggunaan lahan hibah maupun mencari alternatif lahan lainnya. Namun, sampai dengan pelaksanaan monitoring, belum diperoleh lahan yang dapat digunakan.
Desa Naas telah dua kali mengupayakan pembelian lahan untuk pembangunan gerai KDMP, namun belum terealisasi karena pemilik lahan membatalkan rencana penjualan. Sementara Desa Sikun sudah memiliki lahan untuk pembangunan gerai KDMP yang dibuktikan dengan surat pernyataan penyerahan tanah. Desa Wehali, Kepala Desa dan Pengurus KDMP sepakat untuk sementara menggunakan lahan KUD lama di Dusun Pasar Baru sambil menunggu kejelasan rencana pembangunan tahap II. Adapun Desa Lotas telah memiliki lahan untuk pembangunan gerai KDMP, namun masih menunggu proses penyerahan lahan yang dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Lahan.
Selain keenam desa tersebut, terdapat dua desa lain yang juga tercatat 0 persen, yakni Desa Fatoin dan Desa Oanmane. Namun, keduanya bukan karena kendala lahan. Desa Fatoin baru tahap pengerjaan fondasi, sedangkan Desa Oanmane masih melakukan pembersihan lahan dan penurunan material.
Optimisme Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Malaka, Herman Klau, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan, terutama pada lokasi-lokasi yang masih tertinggal. “Kami mengapresiasi desa-desa yang telah menyelesaikan pembangunan gerai. Untuk yang masih terkendala lahan, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemangku kepentingan setempat agar segera menemukan solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Gerai KDMP merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan koperasi di tingkat desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami optimistis seluruh gerai KDMP dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Malaka terus berkomitmen menyelesaikan pembangunan seluruh Gerai KDMP agar dapat segera difungsikan sebagai pusat layanan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.
Boni Atolan

















