banner 728x250

Bukan Sekadar Perpustakaan: Sistem Digital Pantau Buku dan Halaman yang Dibaca Siswa, Sekolah Malaka Tertarik Tiru

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA — Perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruangan penuh rak dan buku. Di sejumlah sekolah di Surabaya, pemanfaatan sistem dan aplikasi membuat aktivitas membaca siswa dapat dipantau secara lebih terukur, sementara lingkungan sekolah ditata agar nyaman, bersih, dan ramah lingkungan.

Praktik tersebut menjadi salah satu perhatian rombongan pendidik Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, dalam studi tiru pelaksanaan pendidikan di SMAN 2 Surabaya, SMAN 1 Surabaya, SMAN 5 Surabaya, dan SMAN 9 Surabaya, Rabu (7/10/2026).

banner 325x300

Rombongan terdiri dari Kepala SMAN Harekakae Robertus Bria Tahuk, S.Pd., Kepala SMAN Bolan Donatus Bria Seran, S.Pd.Gr., Kepala SMKN Kletek Eusibius, serta Pelatih SSB Aintasi Sakarias.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah sistem perpustakaan berbasis aplikasi.

Melalui sistem tersebut, sekolah dapat mengetahui buku yang dibaca siswa, termasuk jumlah halaman yang telah dibaca. Data tersebut dapat menjadi bahan untuk mengetahui aktivitas literasi siswa.

Setelah membaca, siswa juga diarahkan menghasilkan karya tulis. Karya tersebut kemudian dapat diberikan apresiasi atau reward dari sekolah.

Sistem digital juga membantu siswa mengetahui ketersediaan buku yang dibutuhkan. Ketika membutuhkan materi tertentu, siswa dapat mencari melalui aplikasi untuk mengetahui apakah buku atau bahan yang dicari tersedia.

Namun, inovasi pendidikan yang dilihat rombongan tidak berhenti pada teknologi.

Lingkungan sekolah juga menjadi perhatian.

Kondisi halaman sekolah ditata dengan pepohonan dan taman yang asri. Terdapat pula aliran air yang membuat lingkungan sekolah terasa lebih sejuk.

Budaya bersih juga menjadi perhatian. Tidak terlihat sampah maupun puntung rokok di halaman sekolah. Guru, pegawai, dan staf juga tidak merokok di lingkungan sekolah.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan ramah lingkungan bukan hanya berbicara tentang teori, tetapi juga membangun kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, fungsi hubungan masyarakat sekolah juga diperkuat. Unsur Bhabinkamtibmas hadir melakukan kontrol sebagai bagian dari tugasnya, tanpa harus bergantung pada MoU.

Kegiatan OSIS juga terlihat aktif dan memiliki fungsi dalam pengembangan berbagai kegiatan di sekolah.

Bagi rombongan dari Malaka, pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bahwa sekolah yang maju bukan hanya ditentukan oleh ruang kelas, tetapi juga oleh budaya membaca, teknologi, lingkungan, organisasi siswa, kedisiplinan, dan keterlibatan seluruh unsur sekolah.

Studi tiru ini pun menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai praktik pendidikan yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan sekolah di Kabupaten Malaka.

Dari perpustakaan digital hingga taman sekolah yang asri, pendidikan dibangun bukan hanya untuk membuat siswa pintar, tetapi juga membentuk budaya belajar dan lingkungan yang sehat.

 

Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!