banner 728x250

Pilkades Bintan 2026: Bupati Roby Wanti-wanti Politik Uang

Sebanyak 13 desa di Bintan siap menggelar pemilihan serentak. Bupati Roby Kurniawan menekankan pentingnya menjaga netralitas aparatur, mengawal kondusivitas, serta mewaspadai potensi konflik demi melahirkan pemimpin desa yang berintegritas

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Suhu politik di tingkat desa mulai menghangat seiring persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bintan. Orang nomor satu di Bintan, Bupati Roby Kurniawan, memimpin langsung Rapat Koordinasi Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) guna memastikan pesta demokrasi ini berjalan tanpa hambatan.

Rapat strategis yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bintan tersebut dihelat di Ruang Rapat 2 Kantor Bupati Bintan pada Selasa 6 Oktober 2026. Forum ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perangkat daerah, para camat, kepala desa, panitia Pilkades, hingga unsur TNI-Polri.

banner 325x300

Pada tahun 2026 ini, Bintan bersiap menggelar Pilkades serentak di 13 desa, ditambah satu desa melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Di hadapan para pemangku kepentingan, Bupati Roby dengan tegas menggarisbawahi agar seluruh tahapan pemilu tingkat desa ini dikawal secara ketat demi mewujudkan proses yang aman, tertib, transparan, dan demokratis.

“Pilkades harus menjadi pesta demokrasi masyarakat desa, bukan menjadi sumber konflik di tengah masyarakat,” tegas Roby dengan penuh penekanan.

Kawal Ketat Netralitas dan Seluruh Tahapan

Bupati meminta seluruh elemen yang terlibat untuk memperkuat koordinasi secara komprehensif sejak dini. Pengawasan ketat wajib dilakukan mencakup seluruh tahapan krusial, mulai dari:
• Pemutakhiran data pemilih dan masa pencalonan
• Masa kampanye dan masa tenang
• Pemungutan hingga penghitungan suara
• Penetapan hasil akhir dan pelantikan

Tidak hanya itu, panitia Pilkades diwajibkan bekerja secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi objektivitas tanpa keberpihakan. Peringatan keras juga dialamatkan kepada seluruh aparatur pemerintahan agar menjaga netralitas mutlak dan tidak menyalahgunakan fasilitas atau kewenangan negara demi memenangkan kontestan tertentu.

Tangkal Konflik, Hoax, dan Politik Uang

Dari sisi stabilitas keamanan, sinergi lintas sektoral antara TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan kecamatan menjadi benteng pertahanan utama. Bupati menginstruksikan jajaran terkait untuk sigap melakukan deteksi dini serta pemetaan mendalam terhadap potensi kerawanan sosial.

Secara khusus, Roby juga mewanti-wanti masyarakat dan tim sukses agar menjauhi praktik kotor seperti politik uang (money politics), penyebaran berita bohong (hoax), provokasi, serta ujaran kebencian yang berisiko merusak kerukunan warga.

Melahirkan Pemimpin Desa yang Ber-legitimasi

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa tolok ukur kesuksesan Pilkades bukan sekadar lancarnya proses pencoblosan di bilik suara, melainkan lahirnya figur kepemimpinan desa yang memiliki legitimasi kuat serta kapabilitas nyata untuk melanjutkan roda pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.

“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah kepala desa bagi seluruh masyarakat desa, bukan hanya bagi masyarakat yang memilihnya,” ucap Roby bijak.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat Bintan untuk menjadikan momentum Pilkades 2026 sebagai ajang memperkuat pilar demokrasi di tingkat desa, merawat persatuan, serta menjaga Kabupaten Bintan agar tetap aman, damai, dan kondusif hingga seluruh rangkaian pesta demokrasi tuntas.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!