banner 728x250

Bukan Sekadar Sepak Bola, PS Malaka di Level Nasional Jadi Bukti Pembinaan SDM Mulai Berbuah

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA, JAWA TIMUR — Keberhasilan PS Malaka U-13 dan U-15 menembus putaran nasional Piala Soeratin 2026 Zona 5 di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat apresiasi dari para kepala sekolah di Kabupaten Malaka.

Bagi mereka, keberadaan anak-anak Malaka di panggung nasional bukan semata-mata tentang menang atau kalah dalam pertandingan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola yang dilakukan secara berjenjang melalui sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dan Sekolah Sepak Bola (SSB) mulai memperlihatkan hasil nyata.

banner 325x300

Kepala SMAN Harekakae, Robertus Bria Tahuk, S.Pd, menilai keberadaan SSB menjadi ruang positif dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Malaka.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN Bolan, Donatus Bria Seran, S.Pd.Gr. Menurutnya, anak-anak yang selama ini dibina melalui kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di sekolah akhirnya mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan melalui pembinaan SSB di Malaka.

“Kami senang karena embrio yang selama ini dibina di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler sepak bola berkesempatan memperoleh pendidikan dan pelatihan di SSB di Malaka yang dibangun pemerintah. Hasilnya jelas, mereka bisa lolos pertandingan di tingkat provinsi dan sekarang mewakili Provinsi NTT bertanding di level nasional dalam Piala Soeratin 2026,” ungkapnya.

Menurut para kepala sekolah, keberadaan PS Malaka U-13 dan U-15 di Surabaya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, Kabupaten Malaka maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Anak-anak Malaka kini tidak hanya bermain di lingkungan daerahnya sendiri. Mereka mendapatkan pengalaman bertanding di panggung nasional dan berhadapan dengan pemain-pemain muda dari daerah lain.

Pengalaman tersebut dinilai sangat penting bagi pembentukan mental, karakter, disiplin dan kepercayaan diri generasi muda.

“Ini kebanggaan sekolah, kebanggaan daerah dan kebanggaan Provinsi NTT,” demikian penegasan yang disampaikan dari kalangan kepala sekolah.

Para kepala sekolah juga memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (SBS-HMS) yang menempatkan pembangunan SDM dan olahraga prestasi sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Bagi mereka, sepak bola dapat menjadi salah satu media untuk membangun karakter anak-anak sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta muda Malaka untuk berkembang dan berprestasi.

Kehadiran PS Malaka U-13 dan U-15 pada putaran nasional Piala Soeratin 2026 Zona 5 di Kota Surabaya menjadi salah satu gambaran bahwa anak-anak Malaka memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Sebagai daerah otonom baru dan kabupaten termuda di Provinsi NTT, keberhasilan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keterbatasan usia sebuah daerah bukan alasan untuk tertinggal dalam membangun prestasi generasi mudanya.

“Kami sebagai kepala sekolah sangat senang dan bangga dengan perhatian kepala daerah dan wakil kepala daerah yang menjadikan sepak bola sebagai salah satu program unggulan dalam pembangunan SDM Malaka,” ungkapnya.

Para kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi karena sejumlah siswa dari SMA/SMK di Kabupaten Malaka mendapat kesempatan memperkuat PS Malaka dan tampil dalam kompetisi nasional.

Bagi sekolah, kesempatan tersebut merupakan bentuk nyata bahwa pembinaan olahraga di sekolah dapat terhubung dengan pembinaan prestasi di tingkat daerah hingga nasional.

Tidak hanya pemain dan ofisial, sejumlah kepala sekolah serta orang tua siswa juga hadir memberikan dukungan langsung kepada PS Malaka U-13 dan U-15 selama berlaga di Surabaya.

Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi para pemain muda yang sedang membawa nama Malaka dan NTT.

Lebih dari sekadar hasil pertandingan, pengalaman di Surabaya memberikan kesempatan kepada anak-anak Malaka untuk merasakan langsung atmosfer kompetisi nasional.

Mereka belajar menghadapi tekanan pertandingan, bertemu pemain dari daerah lain, membangun keberanian serta mengukur kemampuan mereka di tengah persaingan yang lebih luas.

Dari sekolah menuju SSB, dari SSB menuju kompetisi provinsi, dan kini sampai ke panggung nasional.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola membutuhkan proses panjang dan konsisten.

Karena itu, bagi para kepala sekolah, keberadaan PS Malaka U-13 dan U-15 di panggung nasional harus dilihat sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan generasi muda.

Sepak bola bukan hanya soal mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

Di dalamnya terdapat proses membangun disiplin, kerja sama, sportivitas, mental bertanding dan keberanian untuk bermimpi lebih besar.

Dan di Surabaya hari ini, anak-anak Malaka sedang membawa mimpi itu lebih jauh—membuktikan bahwa mereka juga mampu berdiri sejajar dengan talenta-talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Boni Atolan.

banner 325x300
error: Content is protected !!