BETUN — Pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malaka menunjukkan progres signifikan. Hingga monitoring per 4 Oktober 2026, sebanyak 28 gerai telah mencapai progres pembangunan 100 persen, sementara puluhan gerai lainnya terus dikebut dari tahap fondasi, pengecoran, pemasangan rangka hingga penyelesaian bagian dalam bangunan.
Data resmi Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka mencatat pembangunan Gerai KDMP tersebar pada 127 desa. Laporan tersebut membandingkan progres sejak 19 Februari 2026 hingga kondisi terakhir pada 4 Oktober 2026.
Capaian 100 persen tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya KDMP Babulu, Kapitan Meo, Tesa, Tniumanu dan Uabau; KDMP Besikama, Raimataus, Umalor dan Umatoos; serta Fahiluka, Barada, Bakiruk, Bereliku dan Harekakae.
Progres 100 persen juga tercatat pada KDMP Kusa, Dirma, Wemeda, Raiulun, Numponi, Naet, Niti, Kleseleon, Angkaes, Lamudur, Wederok, Haitimuk, Wesey dan Umalawain. Seluruhnya berstatus “Selesai Pembangunan” dalam laporan monitoring.
Dari pengecoran hingga pemasangan atap
Di luar 28 gerai yang telah tuntas, pembangunan puluhan gerai lainnya masih berlangsung dengan tingkat kemajuan yang beragam.
KDMP Motaain, misalnya, telah mencapai 94,66 persen dan masih melanjutkan pengecoran tiang cakar ayam serta merapikan fondasi batu belah. KDMP Fatuaruin mencapai 87,66 persen, sementara Rabasahain 86,52 persen dan Raisamane 86,13 persen.
Sejumlah gerai lainnya juga telah memasuki pekerjaan struktur dan penyelesaian bangunan. KDMP Suai mencapai 78,51 persen, Naibone 77,25 persen, Ikan Tuanbeis 76,47 persen, Umanen Lawalu 74,99 persen, sedangkan Naimana mencapai 74,52 persen.
Pekerjaan di lapangan mencakup pemasangan keramik, pengecoran fondasi dan footplat, pemasangan atap spandek, plesteran dan acian dinding, pemasangan batako, hingga pengerjaan rangka dan kuda-kuda bangunan.
Masih ada gerai yang progresnya rendah
Laporan monitoring juga memperlihatkan bahwa tidak semua lokasi bergerak dengan kecepatan yang sama.
Sebagian gerai masih berada pada tahap awal pembangunan. KDMP Babotin Selatan tercatat 2,05 persen, KDMP Nabutaek 2,78 persen, sedangkan KDMP Tafuli mencapai 1,35 persen. Bahkan beberapa lokasi masih tercatat 0 persen.
Kondisi tersebut antara lain terjadi pada KDMP Fatoin dan Oanmane yang masih berada pada angka 0 persen, serta KDMP Maktihan, Naas, Sikun, Lasaen, Wehali dan Lotas yang juga tercatat 0 persen dalam laporan.
Namun, angka nol persen tersebut memiliki konteks berbeda di masing-masing desa.
Di Maktihan, pemerintah desa masih melakukan pendekatan dengan kepala suku dan masyarakat untuk memperoleh kesepakatan penggunaan lahan hibah atau mencari alternatif lahan. Sampai monitoring dilakukan, belum diperoleh lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gerai.
Sementara di Naas, pemerintah desa telah dua kali mengupayakan pembelian lahan, tetapi belum terealisasi karena pemilik lahan membatalkan rencana penjualan.
Untuk Sikun, pemerintah desa disebut telah memiliki lahan yang dibuktikan dengan surat pernyataan penyerahan tanah. Di Lasaen, karena tidak memiliki aset tanah selain lahan Kantor Desa, pemerintah desa berencana memanfaatkan lahan kantor desa sebagai lokasi pembangunan Gerai KDMP.
Sedangkan di Wehali, Kepala Desa dan Pengurus KDMP sepakat sementara menggunakan lahan KUD lama di Dusun Pasar Baru sambil menunggu kejelasan rencana pembangunan tahap II. Di Lotas, lahan telah tersedia tetapi masih menunggu proses penyerahan yang dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Lahan.
Data resmi menjadi cermin progres pembangunan
Laporan tersebut ditandatangani Plh. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka, Herman Klau, S.Pi., M.Si., tertanggal Betun, 4 Oktober 2026.
Dengan demikian, progres pembangunan Gerai KDMP di Malaka memperlihatkan dua wajah sekaligus: 28 gerai sudah selesai 100 persen, sementara sebagian lainnya masih berpacu menyelesaikan pekerjaan fisik dan sebagian lokasi masih menghadapi persoalan kesiapan lahan.
Data ini sekaligus menjadi gambaran faktual mengenai posisi pembangunan Gerai KDMP di Kabupaten Malaka hingga 4 Oktober 2026.
Boni Atolan

















