banner 728x250

PASI CUP 2026 USAI, DPC LSM MAUNG TASIKMALAYA: JANGAN BIARKAN 510 ATLET HILANG SETELAH MEDALI DIBAGIKAN!

banner 120x600
banner 468x60

TASIKMALAYA, JABAR — Kejuaraan Atletik PASI Cup 2026 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, bukan semestinya berhenti ketika perlombaan berakhir dan medali dibagikan.

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya justru melihat momentum kejuaraan yang diikuti sekitar 510 atlet putra dan putri dari berbagai kelompok usia itu sebagai titik awal untuk membangun sistem pembinaan atletik yang lebih terukur dan berkelanjutan.

banner 325x300

Kejuaraan yang berlangsung 3–4 Oktober 2026 tersebut mempertemukan atlet dari berbagai kelompok, mulai tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, kategori umum hingga komunitas. Nomor yang dipertandingkan antara lain lari, estafet dan tolak peluru putra maupun putri.

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya mengapresiasi penyelenggaraan PASI Cup 2026 sekaligus mendorong agar hasil kejuaraan tidak berhenti pada daftar juara.

“Jangan sampai setelah piala dibagikan, pembinaan berhenti di tempat. Kejuaraan harus menjadi pintu masuk menuju pembinaan berkelanjutan, bukan garis akhir perjalanan atlet,” demikian sikap DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya.

510 ATLET, JANGAN BERHENTI DI PAPAN SKOR

PASI Cup 2026 dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan ratusan atlet dalam satu arena kompetisi. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan identifikasi dan pemetaan talenta atletik secara lebih sistematis.

DPC LSM MAUNG mempertanyakan bagaimana hasil kejuaraan tersebut akan ditindaklanjuti.

Siapa yang mencatatkan waktu terbaik? Siapa yang menunjukkan perkembangan menonjol berdasarkan kelompok usia? Atlet mana yang membutuhkan program latihan lanjutan? Fasilitas, pendampingan, nutrisi dan dukungan apa yang dibutuhkan?

Menurut DPC LSM MAUNG, pertanyaan tersebut penting apabila Kota Tasikmalaya ingin menjadikan kompetisi sebagai bagian dari sistem pembinaan, bukan sekadar agenda olahraga tahunan.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya berharap PASI Cup dapat melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang mampu membawa nama Kota Tasikmalaya ke tingkat nasional maupun internasional.

Harapan tersebut, menurut DPC LSM MAUNG, perlu diterjemahkan ke dalam mekanisme pembinaan yang jelas setelah kejuaraan berakhir.

LIMA LANGKAH YANG DIDORONG DPC LSM MAUNG

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya mendorong sedikitnya lima langkah agar PASI Cup memiliki dampak jangka panjang.

Pertama, membangun basis data atlet.

Setiap atlet yang menunjukkan potensi perlu memiliki rekam jejak prestasi yang terdokumentasi, mulai dari usia, nomor lomba, catatan waktu, hasil pertandingan hingga perkembangan prestasinya.

Dengan basis data tersebut, proses pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak selalu dimulai dari nol setiap kali kompetisi digelar.

Kedua, membangun jalur pembinaan berjenjang.

Atlet berbakat dari lingkungan pelajar perlu memiliki jalur pembinaan yang jelas, mulai dari sekolah, klub atau PASI, pembinaan tingkat kota, provinsi hingga nasional.

Talenta yang teridentifikasi melalui PASI Cup diharapkan tidak berhenti setelah pertandingan, tetapi memperoleh kesempatan untuk mengikuti latihan dan kompetisi lanjutan.

Ketiga, memperkuat sinergi Pemkot, PASI, sekolah dan dunia usaha.

Pembinaan olahraga membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, DPC LSM MAUNG mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, PASI, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas dan masyarakat.

Dukungan tersebut dapat berupa fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, beasiswa pendidikan, transportasi pertandingan, dukungan nutrisi, peningkatan kapasitas pelatih hingga program pemusatan latihan.

Keempat, memastikan fasilitas olahraga terawat.

Menurut DPC LSM MAUNG, prestasi atlet tidak dapat dipisahkan dari kualitas sarana dan prasarana latihan.

Stadion Wiradadaha yang menjadi lokasi PASI Cup 2026 juga menjadi momentum untuk melihat kembali pentingnya fasilitas olahraga yang layak, terawat dan mampu menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Kelima, mengukur keberhasilan pembinaan secara berkala.

Keberhasilan sebuah kejuaraan, menurut DPC LSM MAUNG, tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun kemeriahan pembukaan.

Yang lebih penting adalah berapa atlet potensial yang berhasil diidentifikasi, berapa yang masuk program pembinaan, bagaimana perkembangan catatan waktunya dan berapa yang kemudian mampu berkompetisi di tingkat lebih tinggi.

OLAHRAGA BUKAN SEKADAR MEDALI

DPC LSM MAUNG juga menilai olahraga memiliki dimensi yang lebih luas daripada kemenangan di lintasan.

Olahraga dapat menjadi ruang pembentukan disiplin, ketekunan, sportivitas, kesehatan, kerja sama dan integritas generasi muda.

Karena itu, pembinaan atlet tidak semestinya hanya diarahkan untuk menghasilkan peraih medali, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan daya juang.

Atlet diharapkan mampu berjuang dengan disiplin, menerima kemenangan dengan rendah hati, menghadapi kekalahan secara sportif dan kembali bangkit setelah mengalami kegagalan.

DORONG ROADMAP PEMBINAAN ATLETIK TASIKMALAYA

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya selanjutnya mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama PASI Kota Tasikmalaya menyusun roadmap atau peta jalan pembinaan atletik yang terukur dan berkelanjutan.

Peta jalan tersebut, menurut DPC LSM MAUNG, idealnya mencakup basis data atlet berdasarkan usia dan prestasi, pemetaan nomor potensial, program pembinaan jangka pendek, menengah dan panjang, peningkatan kualitas pelatih, pemeliharaan fasilitas olahraga, dukungan pendidikan atlet, kalender kompetisi serta evaluasi prestasi secara berkala.

Aspek transparansi dan akuntabilitas program serta anggaran pembinaan olahraga juga dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui arah dan hasil dari kebijakan pembinaan olahraga daerah.

Dengan sistem tersebut, PASI Cup tidak hanya menjadi ruang untuk menentukan siapa yang juara hari ini, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan dan membina atlet yang memiliki potensi berkembang di masa depan.

TUJUH POIN SIKAP DPC LSM MAUNG

DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya menyatakan:

  1. Mengapresiasi PASI Kota Tasikmalaya atas penyelenggaraan PASI Cup 2026 yang diikuti ratusan atlet.
  2. Mendukung upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendorong prestasi olahraga daerah.
  3. Mendorong agar peserta PASI Cup 2026, khususnya atlet potensial, terdokumentasi dalam basis data pembinaan atletik.
  4. Mendorong program tindak lanjut bagi atlet yang menunjukkan potensi setelah kejuaraan.
  5. Mendorong transparansi dan akuntabilitas program serta anggaran pembinaan olahraga daerah.
  6. Mendorong peningkatan kualitas fasilitas latihan dan kompetisi secara bertahap.
  7. Mengajak dunia usaha, institusi pendidikan, komunitas dan masyarakat membangun ekosistem pendukung bagi atlet Tasikmalaya.

Pada akhirnya, DPC LSM MAUNG menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir dalam satu malam.

Medali yang terlihat di podium merupakan hasil dari proses latihan panjang yang sering kali tidak terlihat publik.

Karena itu, ketika PASI Cup 2026 berakhir, pekerjaan pembinaan justru tidak boleh ikut berakhir.

Dari ratusan peserta yang turun di lintasan, harus ada talenta yang ditemukan, dicatat, dibina, didampingi dan diberi ruang untuk terus berkembang.

PASI CUP JANGAN HANYA MELAHIRKAN JUARA. JADIKAN IA PINTU MASUK MENUJU EKOSISTEM PEMBINAAN ATLETIK YANG BERKELANJUTAN.

Publisher: TIM/RED
Penulis: TIM DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya
Ket Foto: Ilustrasi (Ist)

banner 325x300
error: Content is protected !!