banner 728x250

MBG Diduga Semrawut, Siswa Sudah Pulang Makanan Baru Tiba — Aktivis Desak Evaluasi dan Copot Kepala SPPG Kota Siantar

banner 120x600
banner 468x60

PANYABUNGAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal kembali menuai sorotan. Kali ini, dugaan buruknya tata kelola distribusi mencuat setelah makanan MBG untuk siswa kelas I SDN 080 Panyabungan disebut baru tiba sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (1/10/2026), sementara para siswa telah menyelesaikan kegiatan belajar dan dijadwalkan pulang sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut memantik desakan evaluasi terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Siantar Panyabungan. Sejumlah aktivis pemuda bahkan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam tata kelola pelayanan.

banner 325x300

Ketua Mahasiswa dan Pemuda Pemantau Parlemen dan Pemerintahan (MP4) Kabupaten Madina, Arief Azka Batubara, meminta Kepala SPPG Kota Siantar Panyabungan, Suhaimi, memberikan penjelasan terbuka mengenai dugaan keterlambatan distribusi tersebut.

“Kepala SPPG Kota Siantar seharusnya bertanggung jawab dan memberikan penjelasan atas insiden tersebut, bukan justru tertutup ketika dikonfirmasi. Kalau benar terjadi keterlambatan distribusi hingga siswa sudah pulang, maka ini harus dievaluasi karena menyangkut manajemen pelayanan MBG,” tegas Arief dalam keterangan pers di Panyabungan, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Arief, persoalan tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai keterlambatan teknis. Sebab, ketepatan waktu distribusi merupakan bagian penting dari efektivitas program, terlebih makanan tersebut diperuntukkan bagi siswa sebagai kelompok sasaran.

“Kalau makanan baru tiba setelah siswa yang menjadi sasaran program meninggalkan sekolah, efektivitas pelaksanaan program tentu patut dipertanyakan,” ujarnya.

Arief juga meminta BGN mengevaluasi apakah kejadian tersebut hanya merupakan persoalan teknis sesaat atau menunjukkan adanya persoalan dalam sistem manajemen dan distribusi MBG.

“Kita perlu melihat apakah keterlambatan ini hanya persoalan teknis sesaat atau menunjukkan adanya persoalan yang lebih serius dalam manajemen distribusi. Karena itu, BGN perlu melakukan evaluasi dan meminta pertanggungjawaban pihak yang bertanggung jawab,” katanya.

MCW Soroti Akuntabilitas Anggaran

Sorotan serupa datang dari Ketua Madina Corruption Watch (MCW), Jupriadi. Ia menilai dugaan keterlambatan distribusi perlu dilihat dari sisi efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Menurut Jupriadi, pemeriksaan tidak cukup hanya berhenti pada persoalan waktu makanan tiba di sekolah. Rantai penyelenggaraan program, mulai dari perencanaan, pengadaan, produksi hingga distribusi, menurutnya perlu ditelusuri apabila benar makanan tidak diterima siswa pada waktu yang seharusnya.

“Ini bukan semata-mata persoalan makanan terlambat. Kalau benar ratusan siswa tidak mendapatkan menu karena distribusi datang setelah jam pulang, maka harus ditelusuri bagaimana perencanaan dan pengawasannya. Jangan sampai anggaran negara tetap terserap, tetapi manfaatnya tidak diterima oleh sasaran program,” kata Jupriadi.

MCW meminta BGN melakukan evaluasi terhadap kinerja SPPG Kota Siantar Panyabungan, termasuk pihak yayasan maupun vendor yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan.

Jupriadi mengatakan pihaknya berencana menyampaikan surat resmi kepada BGN untuk meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Kota Siantar.

Selain evaluasi, MCW juga meminta pemeriksaan terhadap Kepala SPPG Suhaimi dan pihak-pihak terkait. Jika pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pelanggaran atau kelalaian, sanksi diminta diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mendesak evaluasi total. Kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran berat atau kelalaian, tentu harus ada konsekuensi administratif maupun kontraktual sesuai aturan. Jangan sampai persoalan seperti ini berulang,” tegasnya.

Dua Kali Dikonfirmasi, Belum Ada Klarifikasi

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Kota Siantar Panyabungan, Suhaimi, disebut telah dua kali dikonfirmasi oleh jurnalis dan aktivis terkait dugaan keterlambatan distribusi MBG di SDN 080 Panyabungan.

Namun, belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi mengenai penyebab makanan disebut baru tiba sekitar pukul 10.30 WIB, sementara siswa kelas I telah menyelesaikan kegiatan belajar dan dijadwalkan pulang sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum diketahui pula langkah evaluasi internal yang telah dilakukan pihak SPPG terhadap kejadian tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang yang seluas-luasnya bagi Kepala SPPG Kota Siantar Panyabungan, pihak yayasan, vendor, maupun Badan Gizi Nasional untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas informasi yang diberitakan.

(Magrifatulloh)

banner 325x300
error: Content is protected !!