banner 728x250

Bedah Rumah dan KUR Perumahan Genjot Ekonomi Kepri

Pemerintah mengebut 3.804 unit bedah rumah di Kepulauan Riau, memperluas akses rumah subsidi, hingga menyasar KUR Perumahan Rp1 triliun demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Program 3 Juta Rumah kini bergulir masif di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tahun ini, sebanyak 3.804 unit rumah warga resmi masuk dalam daftar bedah rumah lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), membawa angin segar bagi peningkatan kualitas hunian sekaligus perputaran ekonomi daerah.

Perkembangan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dipimpin langsung Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara daring dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, pada Rabu 30 September 2026

banner 325x300

Kehadiran ribuan unit bedah rumah ini tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga menciptakan gelombang aktivitas ekonomi baru. Tercatat sebanyak 7.608 tukang dan 154 tenaga pendamping dilibatkan langsung. Perputaran uang pun bergerak masif melalui belanja material lokal seperti semen, cat, keramik, hingga aneka bahan bangunan lainnya.

“Dengan demikian, program perumahan turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi di tingkat lokal,” ungkap Maruarar Sirait.

Tantangan Geografis dan Target Rampung Akhir Tahun

Di balik optimisme tersebut, Kepri menyimpan tantangan geografis unik sebagai wilayah kepulauan. Mobilisasi pekerja serta material ke pulau-pulau kecil tanpa rute transportasi reguler memerlukan koordinasi ketat hingga tingkat kecamatan dan desa. Kendala tenaga pendamping yang sempat membayangi di awal kini juga telah tuntas teratasi.

Seluruh pengerjaan didorong tuntas sebelum puncak musim hujan yang dimulai pada November, dengan target penyelesaian fisik secara penuh pada 31 Desember 2026.

Penataan Kawasan dan Sanitasi di Belakang Padang

Tidak berhenti pada rumah warga, program ini meluas ke sektor sanitasi dan penataan lingkungan strategis:
• Sanitasi Tanjungsari: Proyek sanitasi di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Belakang Padang, Batam, tengah memasuki tahap tender. Penandatanganan kontrak ditargetkan 6 Oktober dan rampung akhir Desember.
• Penataan Kawasan Kumuh: Wilayah kumuh seluas 31,92 hektare di kawasan yang sama mendapat alokasi pagu anggaran Rp9,31 miliar, dengan realisasi keuangan mencapai 18,46 persen dan progres fisik 2,8 persen.

Kuota Rumah Subsidi dan Kemudahan untuk MBR

Besarnya angka back log, dengan 157.570 keluarga yang belum memiliki rumah di Kepri, menjadikan program rumah subsidi sebagai solusi krusial. Pada 2026, Kepri mengantongi kuota 3.458 unit rumah subsidi. Hingga akhir September, realisasinya sudah menembus 3.240 unit atau 93 persen, yang disokong kuat oleh Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.

Capaian gemilang ini membuka peluang bagi Kepri untuk mengamankan tambahan kuota hingga 5.000 unit. Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), program ini menawarkan sederet kemudahan istimewa:
• DP ringan hanya 1 persen.
• Suku bunga flat 5 persen sampai lunas.
• Pembebasan biaya BPHTB dan PBG.
• Perlindungan asuransi jiwa serta kebakaran.

Dongkrak Sektor Usaha Lewat KUR Perumahan

Sebagai pelengkap ekosistem, pemerintah juga menggenjot KUR Perumahan yang menyasar pelaku UMKM sektor konstruksi, mulai dari kontraktor, pengembang, hingga pemilik toko bangunan.

Secara nasional, pagu KUR Perumahan melonjak dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun, dengan Kepri dipatok mampu menyerap minimal Rp1 triliun. Skema pembiayaan ini menawarkan pinjaman hingga Rp20 miliar bersubsidi bunga, serta pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa jaminan.

Pemerintah daerah kini didorong untuk terus aktif mensosialisasikan program ini agar manfaatnya merata dan mendongkrak kesejahteraan warga Kepri secara berkelanjutan.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ky

 

banner 325x300
error: Content is protected !!