Malaka –
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk kembali memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, gotong royong, serta menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Momentum tersebut turut dimaknai oleh Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu dengan menyuarakan sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat, khususnya terkait pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu periode 2026/2027, Marlianus Jeriyanto Manek, yang akrab disapa Jery Manek, mengatakan bahwa semangat Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menghadirkan pembangunan yang adil dan merata hingga ke wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses pelayanan dasar.
“Pancasila bukan hanya untuk diucapkan dalam setiap peringatan, tetapi harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui keadilan, pemerataan pembangunan, kepedulian dan gotong royong. Karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk melihat kembali berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat,” ujar Jery Manek.
Menurut IMADAR Kefamenanu, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah ketidakmerataan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk kondisi Jembatan Numponi yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Dapil III Kabupaten Malaka.
Jembatan tersebut bukan sekadar bangunan penghubung antarkawasan. Keberadaannya berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga kelancaran distribusi hasil pertanian, peternakan, serta kebutuhan ekonomi masyarakat.
Bagi IMADAR, pembangunan infrastruktur harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial sebagaimana semangat yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila.
“Ketika masyarakat masih kesulitan melintasi jalan dan jembatan yang menjadi akses utama mereka, maka persoalan tersebut harus dilihat sebagai persoalan bersama. Pemerataan pembangunan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan pekerjaan nyata di lapangan,” tegas Jery.
Selain infrastruktur, IMADAR Kefamenanu juga menyoroti program prioritas pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait pemerataan penerima manfaat bagi sekolah-sekolah di Dapil III Kabupaten Malaka.
IMADAR menilai bahwa program MBG harus dilaksanakan dengan prinsip pemerataan dan memastikan seluruh peserta didik yang menjadi sasaran program memperoleh haknya secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Jery, semangat Pancasila dalam program pemerintah harus tercermin dari bagaimana negara memastikan tidak ada kelompok masyarakat maupun sekolah yang tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan.
“Kami mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas generasi muda. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan pemerataan, transparansi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk sekolah-sekolah di Dapil III yang membutuhkan perhatian,” katanya.
IMADAR Kefamenanu menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan dimaksudkan untuk meniadakan berbagai upaya pemerintah, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap kepentingan masyarakat.
Sebagai organisasi mahasiswa, IMADAR menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan suara masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta mendorong pemerintah agar pembangunan benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hari Kesaktian Pancasila, bagi IMADAR, harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama bahwa persatuan bukan hanya tentang kebersamaan dalam kata-kata, tetapi juga tentang kesediaan memperjuangkan keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan bersama.
“Mari kita jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup. Persatuan harus melahirkan kepedulian, gotong royong harus melahirkan tindakan, dan keadilan sosial harus benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk masyarakat di wilayah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan,” pungkas Jery Manek.
IMADAR Kefamenanu berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa—pemerintah, mahasiswa, pemuda dan masyarakat—untuk bersama-sama membangun daerah dengan semangat persatuan, gotong royong dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Selamat Hari Kesaktian Pancasila.
Pancasila Sakti, Persatuan Menguat, Keadilan dan Pemerataan Pembangunan Harus Diperjuangkan.
Editor: Jery Manek

















