banner 728x250

23 Gerai KDMP di Malaka Rampung 100 Persen, 98 Gerai Masih Dalam Tahap Pengerjaan

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA, Radar Perbatasan.Com — Pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malaka terus bergerak. Hingga 30 September 2026, sebanyak 23 gerai telah mencapai progres pembangunan 100 persen, sementara 98 gerai lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan tingkat kemajuan yang beragam.

Data progres pembangunan fisik Gerai KDMP tersebut merupakan hasil monitoring Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), untuk periode 19 Februari hingga 30 September 2026. Data itu ditandatangani langsung oleh Plh. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka, Herman Klau, S.Pi., M.Si.

banner 325x300

Dari total 127 lokasi Gerai KDMP yang tercantum dalam laporan, sebanyak 23 lokasi telah dinyatakan selesai pembangunan.

Ke-23 gerai yang telah mencapai 100 persen tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain KDMP Babulu, Kapitan Meo, Tesa, Besikama, Raimataus, Umalor, Umatoos, Fahiluka, Barada, Bakiruk, Bereliku, Harekakae, Kusa, Dirma, Wemeda, Raiulun, Naet, Niti, Kleseleon, Angkaes, Lamudur, Wederok dan Haitimuk.

Progres Tertinggi Gerai yang Masih Dikerjakan

Selain 23 gerai yang sudah rampung, sejumlah lokasi lainnya juga menunjukkan progres tinggi.

KDMP Numponi di Kecamatan Malaka Timur tercatat mencapai 95,13 persen, dengan pekerjaan antara lain pemasangan pintu kaca fermales dan dinding partisi kaca.

Berikutnya KDMP Tniumanu di Kecamatan Laenmanen mencapai 94,13 persen, dengan pekerjaan pagar kawat dan pintu kawat, jendela kawat serta plesteran dinding batako.

Sementara KDMP Motaain di Kecamatan Malaka Barat mencapai 92,38 persen, dengan pekerjaan pengecoran tiang cakar ayam dan perapihan pemasangan fondasi batu belah.

Sejumlah gerai lain juga telah berada pada progres di atas 80 persen, antara lain KDMP Fatuaruin 85,07 persen, Uabau 84,39 persen, Rabasahain 83,82 persen, Raisamane 83,32 persen, Weseben 82,82 persen, Rabasa Haerain 79,52 persen, Umalawain 78,94 persen, dan Suai 78,51 persen.

Pekerjaan Berlangsung di Berbagai Tahapan

Laporan monitoring menunjukkan pekerjaan pembangunan gerai berlangsung pada berbagai tahapan, mulai dari pekerjaan fondasi, pengecoran, pemasangan kolom baja, kuda-kuda dan atap, dinding batako, plesteran, lantai, keramik, hingga pekerjaan finishing.

Di KDMP Rabasahain, misalnya, pekerjaan meliputi pemasangan lisplank di talang, saluran keliling, keramik bagian gerai toko dan finishing cat interior.

KDMP Raisamane berada pada tahap pekerjaan penutup atap spandek, sementara KDMP Biudukfoho mencapai 68,49 persen dengan pekerjaan pemasangan spandek dan pengecoran teras lantai depan.

Pada kelompok progres menengah, pembangunan juga terus berjalan. KDMP Umakatahan tercatat 53,69 persen, Meotroi 52,17 persen, Naisau 50,97 persen, Alkani 50,77 persen, Lorotolus 50,08 persen, Kletek 49,44 persen dan Oenaek 47,84 persen.

Sementara sejumlah lokasi masih berada pada tahap awal, seperti KDMP Tafuli I 12,68 persen, Muke 12,55 persen, Babotin Maemina 11,83 persen, Babotin 10,84 persen, Boen 9,81 persen, Nanin 7,39 persen, hingga Nabutaek 2,78 persen.

Enam Lokasi Masih Menghadapi Persoalan Lahan

Laporan tersebut juga mencatat enam lokasi dengan progres 0 persen, yakni KDMP Maktihan, Naas, Sikun, Lasaen, Wehali dan Lotas.

Kondisi masing-masing lokasi berbeda.

Untuk Maktihan, pemerintah desa masih melakukan pendekatan kepada kepala suku dan masyarakat untuk mendapatkan kesepakatan penggunaan lahan hibah atau mencari alternatif lahan lainnya.

Di Naas, upaya pembelian lahan telah dilakukan dua kali, namun belum terealisasi karena pemilik lahan membatalkan rencana penjualan.

Sementara Sikun telah memiliki lahan yang dibuktikan dengan surat pernyataan penyerahan tanah. Di Lasaen, pemerintah desa berencana memanfaatkan lahan Kantor Desa sebagai lokasi pembangunan gerai.

Untuk Wehali, Kepala Desa dan Pengurus KDMP sepakat sementara menggunakan lahan KUD lama di Dusun Pasar Baru sambil menunggu kejelasan rencana pembangunan tahap II. Sedangkan Lotas telah memiliki lahan, tetapi masih menunggu proses penyerahan yang dituangkan dalam Berita Acara Penyerahan Lahan.

Monitoring Terus Dilakukan

Secara keseluruhan, laporan per 30 September 2026 memperlihatkan pembangunan fisik Gerai KDMP di Kabupaten Malaka berlangsung dengan tingkat progres yang berbeda-beda. Sebagian lokasi telah menyelesaikan pembangunan, sebagian lainnya masih berada dalam tahapan pengerjaan, sementara beberapa lokasi masih menghadapi kendala terkait kesiapan lahan.

Data ini menjadi gambaran perkembangan pembangunan fisik Gerai KDMP Kabupaten Malaka sampai dengan 30 September 2026, sebagaimana tercatat dalam laporan resmi Dinas Perindagkop Kabupaten Malaka.

Sumber: Plh. Kadis Perindagkop Kabupaten Malaka, Herman Klau, S.Pi., M.Si.

banner 325x300
error: Content is protected !!