banner 728x250

34 Tahun dalam Panggilan, Mgr. Dominikus Saku dan Para Imam: Dari Kesetiaan Menuju Pengabdian bagi Umat, Diucapkan Profeciat yang Mengalir

banner 120x600
banner 468x60

Malaka –

Perjalanan panjang dalam panggilan dan pelayanan imamat memasuki usia ke-34. Ungkapan syukur dan proficiat pun disampaikan kepada Yang Mulia Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., Uskup Atambua, bersama para imam yang turut merayakan 34 tahun perjalanan imamat.

banner 325x300

Ucapan tersebut tergambar dalam sebuah media ucapan bertajuk “Selamat Merayakan HUT Imamat ke-34”, yang ditujukan kepada Mgr. Dominikus Saku, Pr., bersama Rm. Balthasar Seran, Pr., Rm. Donatus Tefa, Pr., Rm. Leonardus Nahas, Pr., dan Rm. Yanuarius Seran, Pr.

Perayaan 34 tahun imamat tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus mensyukuri perjalanan panjang pelayanan para imam dalam kehidupan Gereja dan umat.

Lebih dari sekadar angka 34 tahun, perjalanan tersebut merepresentasikan rentang waktu yang diisi dengan panggilan, pengabdian dan pelayanan kepada umat.

Dalam pesan yang tercantum pada media ucapan tersebut, doa dan harapan turut disampaikan agar Tuhan senantiasa memberikan berkat, kekuatan serta keteguhan dalam menjalankan panggilan dan pelayanan bagi Gereja dan umat.

“Kiranya Tuhan senantiasa memberkati, menguatkan, dan meneguhkan dalam panggilan serta pelayanan bagi Gereja dan umat.”

Pesan tersebut menjadi ungkapan sederhana namun sarat makna bagi mereka yang telah memilih jalan pelayanan imamat.

Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Syukur atas Kesetiaan

Perjalanan imamat bukan hanya tentang lamanya waktu, tetapi juga tentang kesetiaan menjalani panggilan dan menghadirkan pelayanan di tengah umat.

Karena itu, peringatan 34 tahun imamat menjadi kesempatan bagi umat untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus memberikan penghargaan atas perjalanan pelayanan para imam.

Khusus bagi Mgr. Dominikus Saku, Pr., perjalanan pelayanan tersebut juga tidak terlepas dari tugas kegembalaan sebagai Uskup Atambua. Dalam berbagai kesempatan, Keuskupan Atambua terus menempatkan pelayanan, pembinaan iman dan kebersamaan umat sebagai bagian penting dari kehidupan Gereja.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa panggilan imamat bukan sekadar sebuah gelar, melainkan sebuah perjalanan hidup yang menuntut kesetiaan, keteguhan dan kesediaan untuk terus melayani.

Doa untuk Perjalanan Pelayanan ke Depan

Ucapan proficiat yang diberikan menjadi bentuk dukungan dan doa agar perjalanan pelayanan para imam terus diberkati dan diteguhkan.

“Selamat dan proficiat atas 34 tahun kesetiaan dalam panggilan imamat.”

Kalimat tersebut menjadi penutup pesan yang sekaligus merangkum makna perayaan: 34 tahun bukan hanya tentang perjalanan waktu, tetapi tentang kesetiaan dalam menjalani panggilan dan memberikan diri bagi Gereja serta umat.

Semoga perjalanan panjang tersebut terus menjadi sumber inspirasi bagi umat dan generasi muda untuk mengenal, menghargai serta menghidupi nilai-nilai pengabdian, pelayanan dan persaudaraan.

Selamat merayakan 34 tahun imamat. Proficiat dan ad multos annos!

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!