banner 728x250

Layanan 110 Dipertanyakan, Dua Kendaraan Diduga Barang Bukti Keluar dari Lokasi: RAJAWALI Minta Polres Singkawang Buka Penanganan Kasus BBM

banner 120x600
banner 468x60

SINGKAWANG, KALBAR — Penanganan laporan dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi di SPBU 64.791.022 GM Situt, Kota Singkawang, dipertanyakan Tim Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI).

Sorotan tersebut mencuat setelah RAJAWALI mengaku telah menyampaikan laporan sejak 19 September 2026, namun hingga kini belum memperoleh penjelasan yang dinilai memadai mengenai perkembangan penanganan perkara.

banner 325x300

Perhatian RAJAWALI terutama tertuju pada dua unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan atau penimbunan BBM bersubsidi. Menurut keterangan yang disampaikan tim tersebut, kendaraan yang sebelumnya berada di lokasi kemudian diketahui telah dikeluarkan dari area SPBU.

Status dan keberadaan kedua kendaraan itu kini menjadi salah satu hal yang dipertanyakan RAJAWALI kepada Polres Singkawang.

Ketua Tim RAJAWALI bersama jajarannya berencana mendatangi langsung Mapolres Singkawang untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan laporan, status kendaraan, serta langkah hukum yang telah dilakukan aparat.

“Kami sudah berupaya melapor melalui saluran darurat 110 berulang kali pada malam itu, namun tidak ada tanggapan yang memadai. Karena saluran itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kami terpaksa datang langsung untuk menanyakan kejelasan: ada apa sebenarnya dengan penanganan kasus ini di Polres Singkawang?” tegas Ketua Tim RAJAWALI, Senin (28/9/2026).

Status Dua Kendaraan Dipertanyakan

Menurut RAJAWALI, dua kendaraan tersebut diduga digunakan dalam aktivitas penimbunan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di sekitar lokasi SPBU.

Tim tersebut mempertanyakan mengapa kendaraan yang sebelumnya teridentifikasi di lokasi kemudian keluar dari area tersebut dan siapa yang memberikan kewenangan atau instruksi atas pengeluarannya.

RAJAWALI meminta Polres Singkawang menjelaskan secara terbuka apakah kedua kendaraan tersebut telah diamankan, diperiksa, atau masih diperlukan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan.

Kejelasan tersebut dinilai penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai penanganan laporan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Ada apa sebenarnya di Polres Singkawang? Mengapa kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara bisa keluar dari lokasi? Mengapa laporan masyarakat terkesan belum mendapatkan kejelasan? Masyarakat berhak mendapat jawaban yang jelas,” tegas Tim RAJAWALI.

Gandeng MAUNG Kawal Penanganan

Untuk memperkuat pengawasan, RAJAWALI menyatakan menggandeng Monitor Aparatur untuk Negara dan Golongan (MAUNG).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengawal perkembangan penanganan perkara dan meminta transparansi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

RAJAWALI dan MAUNG juga meminta aparat mendalami seluruh pihak yang terbukti memiliki keterkaitan berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti, termasuk pengelola SPBU maupun pihak lain apabila memang ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

Mereka meminta proses hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan tekanan ataupun spekulasi.

Jika penanganan laporan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas, RAJAWALI meminta Kapolda Kalimantan Barat memberikan perhatian dan melakukan supervisi terhadap penanganan perkara tersebut.

Polres Singkawang Belum Beri Penjelasan

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Polres Singkawang terkait status dan keberadaan dua kendaraan yang dipertanyakan RAJAWALI maupun alasan layanan Call Center 110 yang menurut tim tersebut tidak memberikan respons saat kejadian.

RAJAWALI bersama MAUNG menyatakan akan terus memantau perkembangan laporan tersebut.

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi Polres Singkawang maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi, status laporan, keberadaan kendaraan, serta langkah penegakan hukum yang telah dilakukan.

Publisher: TIM/RED
Penulis: TIM RAJAWALI
Ket Foto: Ilustrasi (Ist)

banner 325x300
error: Content is protected !!