BETUN — Pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malaka mulai menunjukkan capaian signifikan. Hingga 21 September 2026, sedikitnya 18 gerai telah rampung 100 persen, sementara puluhan gerai lainnya masih bergerak dalam berbagai tahapan pekerjaan konstruksi.
Data progres pembangunan fisik Gerai KDMP yang dikeluarkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka mencatat, 18 gerai tersebut telah mencapai progres 100 persen dan berstatus “Selesai Pembangunan”. Data itu membandingkan perkembangan pembangunan sejak 19 Februari hingga 21 September 2026.
Capaian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan desa. Bangunan yang telah rampung meliputi:
- KDMP Kusa — Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur: 100 persen.
- KDMP Kleseleon — Desa Kleseleon, Kecamatan Weliman: 100 persen.
- KDMP Naet — Desa Naet, Kecamatan Rinhat: 100 persen.
- KDMP Niti — Desa Niti, Kecamatan Rinhat: 100 persen.
- KDMP Fahiluka — Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah: 100 persen.
- KDMP Besikama — Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat: 100 persen.
- KDMP Angkaes — Desa Angkaes, Kecamatan Weliman: 100 persen.
- KDMP Dirma — Desa Dirma, Kecamatan Malaka Timur: 100 persen.
- KDMP Lamudur — Desa Lamudur, Kecamatan Weliman: 100 persen.
- KDMP Barada — Desa Barada, Kecamatan Malaka Tengah: 100 persen.
- KDMP Babulu — Desa Babulu, Kecamatan Kobalima: 100 persen.
- KDMP Bakiruk — Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah: 100 persen.
- KDMP Wemeda — Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur: 100 persen.
- KDMP Kapitan Meo — Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen: 100 persen.
- KDMP Raimataus — Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat: 100 persen.
- KDMP Umalor — Desa Umalor, Kecamatan Malaka Barat: 100 persen.
- KDMP Wederok — Desa Wederok, Kecamatan Weliman: 100 persen.
- KDMP Haitimuk — Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman: 100 persen.
Puluhan gerai masih dalam pengerjaan
Di luar 18 gerai yang telah selesai, progres pembangunan di sejumlah lokasi juga sudah berada pada tahap tinggi.
KDMP Umatoos di Kecamatan Malaka Barat, misalnya, telah mencapai 99,94 persen, sedangkan KDMP Tesa di Laenmanen mencapai 95,05 persen. KDMP Bereliku di Malaka Tengah berada pada 93,71 persen, disusul KDMP Wesey di Weliman 93,18 persen dan KDMP Harekakae di Malaka Tengah 88,42 persen.
Beberapa gerai lainnya juga telah memasuki tahap pekerjaan akhir, seperti pemasangan listrik, pintu harmonika, pengecoran lantai, plafon, pengurukan dan pemadatan tanah, pemasangan atap, cladding, keramik hingga pekerjaan finishing.
Data tersebut menunjukkan pembangunan fisik berlangsung dengan tingkat kemajuan yang berbeda-beda di setiap desa. Sebagian lokasi telah memasuki tahap akhir, sementara lokasi lainnya masih berada pada tahap fondasi, struktur bangunan maupun persiapan lahan.
Masih ada lokasi yang terkendala lahan
Di sisi lain, data monitoring juga mencatat sejumlah desa yang progres pembangunannya masih 0 persen. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan persoalan ketersediaan atau kepastian lahan.
Di Desa Maktihan, misalnya, pemerintah desa masih melakukan pendekatan dengan kepala suku dan masyarakat untuk memperoleh kesepakatan penggunaan lahan hibah atau mencari alternatif lahan. Hingga monitoring dilakukan, belum tersedia lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gerai.
Desa Naas juga masih terkendala lahan. Pemerintah desa telah dua kali mengupayakan pembelian lahan, tetapi belum terealisasi setelah pemilik lahan membatalkan rencana penjualan. Sementara Desa Sikun telah memiliki lahan yang dibuktikan dengan surat pernyataan penyerahan tanah.
Untuk Desa Lasaen, pemerintah desa berencana memanfaatkan lahan kantor desa sebagai lokasi pembangunan Gerai KDMP karena tidak memiliki aset tanah lain. Sedangkan Desa Wehali sementara menyepakati penggunaan lahan KUD lama di Dusun Pasar Baru sambil menunggu kejelasan rencana pembangunan tahap II.
Data progres tersebut merupakan hasil monitoring pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malaka dengan keadaan sampai 21 September 2026, yang ditandatangani Plh. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Malaka, Herman Klau, S.Pi., M.Si.
Editor : Boni Atolan

















