banner 728x250

Bimtek SPMI Gugus 6 Digelar di SMPN Nakol, Dorong Sekolah Kelola Mutu dan Dana Bos Secara Optimal

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu, Radar Perbatasan— Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan di tingkat satuan pendidikan terus dilakukan melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SPMI Gugus 6 yang dilaksanakan di SMP Negeri Satap Nakol, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Melky Ayub, serta didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jefri Banu .

banner 325x300

Bimtek SPMI ini menjadi ruang bagi sekolah-sekolah dalam Gugus 6 untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya penjaminan mutu secara internal. Melalui kegiatan tersebut, sekolah diharapkan mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut program pendidikan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala SMP Satap Negeri Nakol,TTU  Paulus Tasaeb, S.Pd, saat dihubungi melalui telepon selulernya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Paulus,alumnus Seminari Lalian ini,bahwasannya kegiatan Bimtek SPMI sangat penting karena memberikan kesempatan kepada sekolah untuk memperbaiki tata kelola pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik.

Ia juga berharap seluruh sekolah yang tergabung dalam Gugus 6 yang mendapat bantuan dana Bos yakni SMP satap Negeri Nakol,PAUD Sta.Theresia Kefamenanu,PKBM Pijar Timur,SDN Letkase,SDN Fatukese,SDN Kiumnalia dapat memanfaatkan berbagai dukungan dan bantuan yang diterima secara bertanggung jawab dan tepat sasaran.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, semua sekolah yang berada di Gugus 6 dapat memanfaatkan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujar Paulus,alumnus FKIP Bahasa Inggris Universitas Timor.

Delapan Sekolah Penerima Dana BOSP
Dalam kegiatan tersebut juga menjadi perhatian penting mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026.

Tercatat sebanyak delapan sekolah di Gugus 6 menjadi penerima dana BOSP 2026. Karena itu, pengelolaan dana tersebut diharapkan tidak sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi benar-benar diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan peningkatan mutu pembelajaran di masing-masing sekolah.

Bimtek SPMI menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa peningkatan mutu sekolah membutuhkan perencanaan yang matang, penggunaan anggaran yang tepat, serta evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Pemateri dari BPMP Provinsi NTT, Melky Ayub Pariakan,SE,MM memberikan penguatan kepada peserta mengenai penerapan penjaminan mutu di lingkungan sekolah.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan membangun budaya mutu yang tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari.

“Melalui SPMI, sekolah didorong untuk mengenali kekuatan dan kekurangannya sendiri, menyusun program perbaikan berdasarkan kebutuhan nyata, kemudian mengukur hasilnya secara berkelanjutan.

Dengan demikian, sekolah bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, tetapi juga menjadi organisasi pendidikan yang terus belajar dan berbenah Membangun Sekolah dari Dalam”, ungkap Melky Ayub.

Lebih jauh Ayub mengatakan bahwa Pelaksanaan Bimtek SPMI Gugus 6 di SMP Satap Negeri  Nakol memperlihatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga masyarakat memiliki peran dalam memastikan setiap program pendidikan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
“Bagi sekolah penerima BOSP, tantangannya bukan hanya bagaimana dana digunakan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dikelola dapat memberikan dampak terhadap proses pembelajaran dan kualitas layanan pendidikan,”tandas Melky.

Semangat itulah yang menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan Bimtek SPMI Gugus 6: mutu sekolah tidak dibangun dalam sehari, tetapi melalui komitmen, kerja bersama, pengelolaan yang bertanggung jawab, dan evaluasi yang terus-menerus.

Vinsentius Sintu Lopes

banner 325x300
error: Content is protected !!