banner 728x250

LRT Kelapa Gading–Manggarai Diresmikan, Gerak Jakarta Dorong Jakarta Perkuat Smart Mobility

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA —

Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai dinilai menjadi momentum penting untuk mengubah cara Jakarta membangun sistem transportasi perkotaan. Perkumpulan Gerak Jakarta mendorong keberadaan jalur baru tersebut tidak berhenti sebagai penambahan infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari ekosistem Smart Mobility yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi hingga ke perjalanan masyarakat dari rumah menuju tujuan akhir.

banner 325x300

LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu, 16 September 2026. Jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun tersebut memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit.

Peresmian itu menandai babak baru pengembangan transportasi publik Jakarta sekaligus memperluas pilihan mobilitas masyarakat dan konektivitas antarkawasan di Ibu Kota.

Ketua Umum Perkumpulan Gerak Jakarta, Dhini Mudiani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PT LRT Jakarta, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengoperasian LRT Kelapa Gading–Manggarai.

“Gerak Jakarta mengucapkan selamat atas beroperasinya LRT Kelapa Gading–Manggarai. Ini bukan hanya tentang hadirnya satu moda transportasi baru, tetapi tentang semakin kuatnya fondasi Jakarta sebagai kota yang mengutamakan mobilitas masyarakat melalui transportasi publik.”

Menurut Dhini, pembangunan transportasi publik tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan jalur maupun penambahan armada. Infrastruktur transportasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas ruang publik, akses pejalan kaki, konektivitas antarmoda, serta pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).

“Kami berharap keberadaan LRT ini menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju Jakarta yang semakin terkoneksi, inklusif, nyaman dan manusiawi. Kesuksesan transportasi publik bukan hanya diukur dari panjang jalur dan jumlah stasiun, tetapi dari seberapa mudah masyarakat berpindah dari satu titik ke titik lainnya.”

Dorong Integrasi Seluruh Moda

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerak Jakarta, Ahmad Zamzami, mengatakan beroperasinya LRT Kelapa Gading–Manggarai juga perlu menjadi momentum memperkuat konsep Smart Mobility Jakarta.

Menurut Ahmad, smart mobility bukan sekadar menghadirkan berbagai moda transportasi, melainkan memastikan seluruh moda tersebut terhubung dalam satu ekosistem mobilitas yang mudah digunakan masyarakat.

“Smart Mobility Jakarta bukan sekadar membangun LRT, MRT, KRL atau TransJakarta. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh moda tersebut dapat terkoneksi menjadi satu ekosistem mobilitas yang mudah digunakan masyarakat.”

Ia menegaskan, integrasi transportasi tidak hanya menyangkut perpindahan penumpang dari satu moda ke moda lainnya. Informasi perjalanan, sistem pembayaran, akses pejalan kaki, konektivitas first mile–last mile, serta pemanfaatan teknologi dan data juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi.

“Ke depan, ukuran keberhasilan Smart Mobility bukan hanya berapa kilometer jalur yang dibangun, tetapi seberapa mudah warga bepergian dari rumah, berpindah moda dan mencapai tujuan akhirnya.”

Manggarai sebagai Simpul Transportasi

Beroperasinya LRT hingga Manggarai semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu simpul transportasi penting. Pemerintah menyebut Manggarai kini mempertemukan sejumlah layanan transportasi, antara lain LRT, KRL, TransJakarta, TransJabodetabek dan kereta bandara.

Bagi Gerak Jakarta, kondisi tersebut perlu dikembangkan dalam kerangka konektivitas metropolitan. Setiap moda transportasi diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Gerak Jakarta juga mengapresiasi rencana pengembangan jaringan LRT menuju Dukuh Atas. Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas dengan berbagai moda transportasi lain, termasuk MRT, KRL, TransJakarta, LRT Jabodebek dan kereta bandara.

Organisasi tersebut berpandangan bahwa pengembangan jaringan transportasi perlu ditempatkan dalam satu visi besar mobilitas metropolitan Jakarta dan Jabodetabek. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak sekadar menghasilkan jalur baru, tetapi membentuk ekosistem transportasi yang terintegrasi.

Momentum peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai diharapkan menjadi energi baru bagi percepatan transformasi transportasi publik Jakarta dan Jabodetabek.

Bagi Gerak Jakarta, keberhasilan transportasi publik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah kilometer jalur, jumlah stasiun maupun jumlah moda yang tersedia. Faktor penting lainnya adalah sejauh mana masyarakat dapat menggunakannya secara mudah, aman, nyaman, terjangkau, efisien dan berkelanjutan.

Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut juga menekankan bahwa keberadaan LRT di Manggarai melengkapi berbagai moda transportasi yang telah tersedia dan menjadikan kawasan tersebut sebagai transport hub.

Dengan semakin berkembangnya jaringan transportasi publik, Gerak Jakarta berharap Jakarta tidak hanya membangun infrastruktur modern, tetapi juga membangun sistem mobilitas perkotaan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Perkumpulan Gerak Jakarta — Bergerak untuk Jakarta yang terkoneksi, inklusif dan berkelanjutan.

 

Polman Manalu

banner 325x300
error: Content is protected !!