banner 728x250

MABIM Minggu ke-2, Dosen Pendidikan Matematika UNIMOR, Hendrika Bete Kenalkan Profil Dosen dan Bangkitkan Motivasi Belajar Mahasiswa Baru

banner 120x600
banner 468x60

Kefa –
Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan terhadap lingkungan kampus, tetapi juga pemahaman tentang siapa saja yang akan mendampingi mereka dalam perjalanan akademik selama menempuh pendidikan.

Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Masa Bimbingan Mahasiswa (MABIM) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Timor (UNIMOR) yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.

banner 325x300

Dalam momentum tersebut, Ibu Hendrika Bete, S.Pd., M.Pd., atau yang akrab disapa Ibu Heny, Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIMOR, memberikan pengenalan profil dosen sekaligus motivasi belajar kepada mahasiswa baru sebagai bekal awal memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi.

Ibu Heni menjelaskan, pengenalan profil dosen menjadi bagian penting agar mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat para dosen yang berada di lingkungan Program Studi Pendidikan Matematika, termasuk mata kuliah yang diampu masing-masing dosen.

Menurutnya, pemahaman tersebut akan membantu mahasiswa mengetahui lebih awal dosen yang nantinya akan berinteraksi dan mendampingi mereka dalam proses perkuliahan sehari-hari.

“Terkait profil dosen, dibahas tentang perkenalan dosen secara keseluruhan di PMAT, termasuk mata kuliah yang diampu, sehingga mahasiswa lebih mengenal dosen dalam perkuliahan sehari-hari,” ungkap Ibu Heni kepada media melalui pesan WhatsApp.

Tidak hanya sebatas pengenalan dosen, kegiatan MABIM juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun pola belajar yang baik sejak awal memasuki bangku kuliah.

Dalam sesi motivasi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan dalam perkuliahan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kedisiplinan, pengelolaan waktu, lingkungan belajar, serta kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi berbagai tantangan.

Ibu Heni menekankan pentingnya mahasiswa memiliki jam belajar yang teratur dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehingga proses memahami materi perkuliahan dapat berlangsung secara lebih efektif.

Mahasiswa juga diingatkan agar memiliki kemampuan penguasaan diri ketika menghadapi kesulitan dalam proses perkuliahan. Tantangan akademik, menurutnya, merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dan dijadikan sebagai pengalaman untuk berkembang.

Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa baru yang sedang berada pada tahap transisi dari pendidikan menengah menuju dunia perguruan tinggi yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang lebih tinggi.

Lebih jauh, Ibu Heni berharap mahasiswa baru Pendidikan Matematika tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik selama berada di kampus, tetapi juga mampu membangun karakter dan memberikan dampak positif di tengah keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap proses pendidikan yang dijalani mahasiswa di UNIMOR dapat membentuk pribadi yang memiliki semangat belajar, mampu menghadapi tantangan, serta mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

“Harapannya, peserta MABIM dapat menjadi mahasiswa yang membawa pengaruh positif bagi keluarga dan kehidupan bermasyarakat,” harapan Ibu Heni.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan mahasiswa baru Pendidikan Matematika. Sebab, menjadi mahasiswa bukan semata-mata tentang mengejar nilai dan menyelesaikan studi, tetapi juga tentang membentuk pola pikir, karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Melalui kegiatan MABIM, mahasiswa baru diharapkan mampu mengenal lebih dekat lingkungan akademiknya, membangun hubungan yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa, serta mempersiapkan diri untuk menjalani proses perkuliahan dengan semangat belajar, ketekunan, dan tujuan yang jelas.

Bagi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIMOR, momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam sikap dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan di mana mereka berada.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!