JAKARTA — Sepuluh menit. Hanya dalam rentang waktu itu, 150 paket makanan siap santap yang disiapkan untuk program Jumat Berkah Bang Doel telah berpindah dari tangan panitia kepada jemaah dan masyarakat sekitar Masjid Al Hakim, Taman Menteng, Jakarta.

Jumat, 25 September 2026, suasana di sekitar masjid itu terasa berbeda. Usai rangkaian ibadah Jumat, warga dan jemaah menyambut pembagian nasi kotak dan minuman yang disiapkan penyelenggara.
Tidak ada waktu yang panjang untuk menunggu.
Satu per satu paket dibagikan secara tertib. Antusiasme warga terlihat dari cepatnya seluruh makanan tersalurkan. Dalam waktu sekitar 10 menit, tidak ada lagi paket yang tersisa.
Bagi penyelenggara, cepatnya distribusi tersebut bukan sekadar soal jumlah makanan yang habis dalam waktu singkat. Di dalamnya terdapat respons masyarakat terhadap sebuah inisiatif sederhana: berbagi makanan pada hari Jumat.
Penanggung Jawab (PIC) kegiatan, Anggrondewi Intan W., mengatakan antusiasme jemaah dan masyarakat terlihat sejak kegiatan berlangsung.
“Masyarakat sangat antusias dengan acara Jumat Berkah Bang Doel. Terbukti dari 150 nasi kotak dan minuman dalam waktu 10 menit habis dibagikan kepada jemaah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ketika Berbagi Menjadi Ruang Pertemuan
Di tengah kehidupan kota yang bergerak cepat, berbagi makanan menghadirkan ruang perjumpaan yang sederhana.
Jemaah, masyarakat sekitar, dan panitia bertemu dalam satu momentum. Tidak banyak yang diperlukan untuk menciptakan suasana tersebut. Sebanyak 150 paket makanan, niat berbagi, dan kesempatan untuk saling menyapa menjadi bagian dari sebuah kegiatan sosial yang berlangsung singkat.
Namun, singkatnya waktu tidak serta-merta menghilangkan makna kegiatan.
Justru dari 10 menit itulah terlihat bahwa program sosial memiliki ruang di tengah kehidupan masyarakat. Respons cepat warga menjadi bagian dari cerita Jumat Berkah Bang Doel di Masjid Al Hakim Taman Menteng.
Seluruh paket yang disiapkan akhirnya tersalurkan secara tertib.
Bagi panitia, momentum tersebut menjadi dorongan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten. Bagi masyarakat penerima, paket makanan yang dibagikan menjadi bagian dari suasana Jumat yang hangat dan penuh rasa syukur.
Sebab, pada akhirnya, berbagi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, ia cukup dimulai dari satu paket makanan yang diberikan kepada orang lain—dan sebuah niat sederhana untuk membuat hari Jumat terasa sedikit lebih berarti.
Polman Manalu

















