banner 728x250

Genangan Air Ancam Jalan Provinsi di Kleseleon, Pintu Air Rusak Picu Aliran Air ke Sekolah Hingga Permukiman Warga, Dinas PUPR Malaka Didesak Jangan Tutup Mata

banner 120x600
banner 468x60

Malaka –

Kerusakan pintu air di wilayah Desa Kleseleon, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menimbulkan dampak terhadap aliran air di sekitar permukiman warga. Air irigasi mengalir bebas dan melintas di depan SDI Kleseleon, kemudian menggenangi sejumlah titik hingga kawasan Dusun Uma Au, Desa Haitimuk.

banner 325x300

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena genangan air berada di sekitar permukiman warga dan jalur jalan provinsi. Jika tidak segera ditangani, genangan yang berlangsung terus-menerus berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kondisi badan jalan.

Berdasarkan kondisi riil di lapangan, aliran air dari saluran irigasi terlihat tidak terkendali akibat kondisi pintu air yang mengalami kerusakan. Air kemudian bergerak melewati sejumlah titik di sekitar lingkungan warga sebelum menggenangi kawasan yang berada di jalur tersebut.

Di kawasan Uma Au, genangan air terlihat berada di sekitar rumah warga, termasuk di sekitar kediaman Bapak Domi dan Bapak Thobkas Kehi.

Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap infrastruktur jalan yang berada di sekitar lokasi genangan.

Persoalan tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka.

Kerusakan pintu air tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan saluran irigasi. Ketika aliran air tidak dapat dikendalikan dengan baik, dampaknya dapat meluas ke lingkungan permukiman hingga infrastruktur jalan.

Karena itu, Dinas PUPR Malaka didesak untuk segera turun ke lapangan, melakukan pengecekan kondisi pintu air, melihat arah aliran air serta memastikan sejauh mana dampaknya terhadap permukiman dan badan jalan.

Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah badan jalan mengalami kerusakan.

Langkah pencegahan perlu dilakukan sejak persoalan mulai terlihat, terutama ketika genangan air sudah memasuki kawasan permukiman dan berada di sekitar akses jalan yang digunakan masyarakat.

Masyarakat tentu tidak berharap persoalan kecil pada infrastruktur pengairan kemudian berkembang menjadi persoalan besar yang berdampak terhadap jalan dan aktivitas warga.

Pemerintah daerah juga diharapkan tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi mengambil langkah konkret sesuai kewenangan dan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.

Jika ruas jalan yang terdampak merupakan kewenangan pemerintah provinsi, koordinasi dengan instansi terkait juga penting dilakukan agar penanganan dapat berjalan secara terpadu.

Sebab, persoalan air dan jalan dalam kondisi seperti ini saling berkaitan. Ketika aliran air tidak terkendali dan terus menggenangi kawasan sekitar jalan, risiko terhadap infrastruktur dan aktivitas masyarakat perlu segera diantisipasi.

Jalan bukan sekadar hamparan aspal. Di atas akses tersebut berlangsung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, perjalanan anak-anak menuju sekolah, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Karena itu, Dinas PUPR Malaka diminta tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

Pemerintah diharapkan hadir sebelum persoalan berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar melihat dan mencatat kondisi.

Kerusakan pintu air harus segera ditangani. Genangan harus dikendalikan. Dan potensi kerusakan jalan harus dicegah sebelum semuanya terlambat.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!