banner 728x250

GM-BP3KR Minta Pemerintah Atasi Ketimpangan Kerja di Kepri

Memasuki usia ke-24, Provinsi Kepulauan Riau dinilai berkembang pesat, namun tantangan ketimpangan lapangan kerja antara Batam serta kabupaten/kota lain masih menjadi pekerjaan rumah utama

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Memasuki usia ke-24 tahun yang diperingati setiap 24 September, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi ruang refleksi yang krusial untuk meninjau kembali efektivitas otonomi daerah sejak resmi dibentuk pada 2002 silam. Perjalanan lebih dari dua dekade ini dinilai telah menorehkan rekam jejak pembangunan yang progresif.
​
Ketua Generasi Muda Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (GM-BP3KR), Basyaruddin Idris, memandang bahwa capaian positif yang dirasakan Kepri saat ini tidak terlepas dari peran strategis estafet kepemimpinan para gubernur dari masa ke masa. Menurutnya, kesinambungan visi pembangunan antar-kepemimpinan menjadi fondasi penting dalam merajut wilayah kepulauan tersebut.

“Dari era Gubernur Ismeth Abdullah, Muhammad Sani, Nurdin Basirun, Isdianto, hingga kepemimpinan Pak Ansar Ahmad saat ini, kita bisa melihat bagaimana kebijakan-kebijakan strategis telah membawa kemajuan signifikan bagi Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Basyaruddin di Tanjungpinang, pada Rabu 23 September 2026.

banner 325x300

Soroti Ketimpangan Lapangan Kerja Antarwilayah

Di balik berbagai capaian pembangunan tersebut, Basyaruddin secara khusus menyoroti tantangan krusial yang tengah dihadapi generasi muda Kepri, yakni ketersediaan dan pemerataan lapangan pekerjaan. Dia menilai pertumbuhan ekonomi dan fasilitas pencari kerja di Kota Batam belum terdistribusi secara seimbang ke enam kabupaten/kota lainnya di Kepri.

“Sarana dan tempat untuk mencari kerja di Batam begitu banyak. Kondisi ini belum seimbang dengan enam kabupaten/kota lain di Kepri,” ungkapnya.

Sebagai solusi, GM-BP3KR merekomendasikan Pemerintah Provinsi Kepri untuk lebih agresif memperluas sebaran investasi. Kebijakan investasi yang merata ke seluruh daerah dinilai mendesak guna menyerap tenaga kerja lokal secara optimal dan memberikan keadilan ekonomi bagi generasi muda di luar Batam.

Sinergi Pemuda dan Estafet Tokoh Pejuang

Basyaruddin juga mengapresiasi kontribusi historis para tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri yang kini telah menduduki posisi strategis di birokrasi pemerintahan, mulai dari pejabat eselon III, eselon II, hingga kursi gubernur. Keberadaan mereka menjadi motor penggerak mentalitas dan arah kebijakan pembangunan daerah.

Memasuki usia ke-24 yang digambarkan sebagai fase penuh gairah pencarian jati diri, Basyaruddin mengajak seluruh elemen pemuda untuk mempererat konsolidasi dan berkolaborasi erat dengan pemerintah guna menjawab berbagai persoalan riil, utamanya sektor ketenagakerjaan.

Target Buku Sejarah Menuju HUT Perak 2027

Menyongsong babak baru pasca-peringatan hari jadi tahun ini, GM-BP3KR telah mematok satu target strategis. Organisasi kepemudaan ini fokus merampungkan penyusunan buku resmi sejarah pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Buku tersebut ditargetkan meluncur pada tahun 2027 mendatang, bertepatan dengan perayaan HUT Perak atau 25 tahun usia provinsi.

“Kami berharap buku sejarah perjuangan Provinsi Kepulauan Riau ini bisa segera diterbitkan. Nantinya, buku ini dapat menjadi referensi edukasi bagi pelajar tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa agar mereka memahami fondasi perjuangan pendirian daerah ini,” pungkas Basyaruddin.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!