Malaka –
Keluhan masyarakat terkait kondisi jaringan telekomunikasi yang tidak stabil di Desa Tunmat, khususnya Dusun Bubun, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, mulai mendapat respons.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, petugas Telkomsel, Bertho Ray, turun langsung melakukan survei lokasi di wilayah Desa Tunmat pada Selasa, 22 September 2026.
Survei tersebut dilakukan atas instruksi MCOT MTB Telkomsel, Firman Ate, yang membawahi wilayah pelayanan Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan Belu.
Kepada media melalui pesan WhatsApp, Bertho Ray menjelaskan bahwa kondisi jaringan di wilayah tersebut memang belum sepenuhnya stabil. Bahkan, terdapat sejumlah titik yang sama sekali belum mendapatkan jaringan telekomunikasi.
“Jaringan ada, tapi tidak stabil, Kak, dan di tempat-tempat tertentu jaringan tidak ada, di antaranya Dusun Bubun,” ungkap Bertho Ray.
Menurutnya, persoalan tersebut telah diteruskan kepada pihak terkait dan saat ini terdapat pengajuan untuk penambahan site baru guna memperluas serta memperkuat cakupan jaringan Telkomsel di wilayah tersebut.
“Siap, Kak. Saya sudah teruskan ke atas dan dalam pengajuan penambahan site baru. Semoga bisa ada tambahan di Desa Tunmat,” tambahnya.
Respons Telkomsel tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Tunmat, khususnya warga Dusun Bubun yang selama ini menghadapi keterbatasan akses komunikasi.
Sebelumnya, kondisi jaringan yang tidak tersedia di sejumlah titik membuat aktivitas masyarakat menjadi tidak maksimal. Persoalan tersebut bukan hanya menyulitkan komunikasi antar warga, tetapi juga berpotensi menghambat berbagai pelayanan publik yang kini semakin bergantung pada jaringan internet dan telekomunikasi.
Kondisi tersebut semakin terasa di lingkungan pendidikan. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah tersebut membutuhkan jaringan internet untuk mendukung proses pembelajaran dan berbagai kebutuhan administrasi digital.
Demikian pula Puskesmas, Posyandu, pemerintahan desa, serta masyarakat umum membutuhkan akses komunikasi yang memadai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, masyarakat berharap rencana penambahan site baru tidak berhenti pada tahap survei dan pengajuan, tetapi dapat direalisasikan.
Bertho Ray juga menyampaikan harapan agar terdapat penambahan infrastruktur telekomunikasi di Desa Tunmat.
“Harapannya bisa diajukan lagi satu tower Telkomsel di Desa Tunmat,” tutupnya.
Masyarakat Desa Tunmat menyambut baik langkah Telkomsel yang turun langsung melihat kondisi lapangan. Namun, harapan masyarakat kini lebih jauh: survei tersebut diharapkan menjadi awal dari solusi nyata terhadap persoalan jaringan telekomunikasi di wilayah mereka.
Warga berharap pengajuan pembangunan satu tower baru di Desa Tunmat dapat memperoleh perhatian serius sehingga wilayah yang selama ini mengalami blank spot maupun jaringan tidak stabil dapat segera terlayani.
Bagi masyarakat, kehadiran jaringan telekomunikasi saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan untuk menelepon atau mengirim pesan. Jaringan internet telah menjadi bagian penting dalam pendidikan, pelayanan kesehatan, administrasi pemerintahan, kegiatan ekonomi, komunikasi keluarga, hingga akses informasi masyarakat.
“Kami berharap jangan hanya datang survei. Kalau memang hasil survei menunjukkan wilayah ini membutuhkan tambahan tower, kami berharap prosesnya benar-benar dilanjutkan sampai pembangunan dan masyarakat bisa menikmati jaringan yang stabil,” harap masyarakat.
Dengan adanya survei langsung dari petugas Telkomsel dan pengajuan penambahan site baru, masyarakat Desa Tunmat kini menaruh harapan agar persoalan jaringan yang selama ini mereka rasakan dapat segera menemukan titik terang.
Dusun Bubun tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Masyarakat hanya ingin dapat terhubung—dengan keluarga, sekolah, layanan kesehatan, pemerintah, dunia usaha, dan perkembangan informasi.
Kini, setelah keluhan tersebut mendapat respons dan survei lapangan telah dilakukan, masyarakat menunggu satu hal penting: kapan tower baru itu benar-benar hadir di Desa Tunmat?
Sebab bagi warga, sinyal bukan sekadar bar jaringan di layar telepon. Sinyal adalah akses menuju pendidikan, pelayanan, informasi, dan kesempatan.
Editor: Jery Manek

















