MAUMERE, RADAR PERBATASAN.COM — Koleksi buku pribadi peninggalan almarhum Sosimus Mitang, Bupati Sikka periode 2008–2013, kini tidak lagi sekadar menjadi kenangan keluarga.
Buku-buku tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk dimanfaatkan masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi dan pengembangan pengetahuan di Kabupaten Sikka.
Hibah koleksi buku tersebut diserahkan istri almarhum Sosimus Mitang, Ny. Firmina Sedo-Mitang, kepada Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, di kediaman almarhum di Lokaria, Maumere, Senin (21/9/2026).
Penyerahan tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, Plt. Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, SE, Plt. Kabid Layanan Perpustakaan DISARPUS Sikka, sejumlah staf DISARPUS Sikka, serta jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sikka.
Dari Koleksi Pribadi Menjadi Warisan Pengetahuan
Ny. Firmina Sedo-Mitang mengatakan, keputusan keluarga menghibahkan koleksi buku almarhum merupakan bentuk kepedulian agar buku-buku tersebut tidak berhenti sebagai koleksi pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Ia berharap koleksi tersebut dapat dimanfaatkan para pelajar, mahasiswa, generasi muda maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan membaca dan belajar.
“Buku-buku ini merupakan koleksi pribadi Bapak Sosimus Mitang. Kami menyerahkannya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus ikut meningkatkan minat baca dan mendukung kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka,” ujar Ny. Firmina.
Menurutnya, buku bukan sekadar benda yang tersimpan di rak. Di dalamnya terdapat pengetahuan yang dapat terus diwariskan dan memberikan manfaat ketika dibaca serta dipelajari oleh generasi berikutnya.
Karena itu, keluarga berharap hibah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya membaca sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Sikka.
Wabup: Bukan Sekadar Penambahan Koleksi
Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga almarhum Sosimus Mitang atas kepedulian terhadap pengembangan literasi dan pengetahuan di Kabupaten Sikka.
Menurut Simon, hibah tersebut memiliki makna lebih dari sekadar penambahan koleksi perpustakaan.
Buku-buku peninggalan seorang mantan kepala daerah juga dapat menjadi bagian dari warisan intelektual yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada almarhum Bapak Sosimus Mitang dan keluarga, khususnya Mama Firmina Sedo-Mitang, yang telah memberikan dukungan nyata bagi gerakan literasi dan pengembangan pengetahuan di Kabupaten Sikka,” ungkap Wabup Simon Subandi.
Ia berharap kepedulian keluarga almarhum dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan budaya literasi.
Simon juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan investasi pengetahuan, pendidikan, budaya membaca serta akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi.
DISARPUS Siap Kelola Koleksi
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum Sosimus Mitang atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka melalui DISARPUS.
Menurut Very, hibah tersebut menunjukkan bagaimana koleksi pribadi dapat berubah menjadi sumber pengetahuan yang manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.
“Buku akan memiliki nilai yang semakin besar ketika dibaca, dipelajari, dan pengetahuannya dibagikan. Karena itu, kami menyambut baik hibah koleksi pribadi almarhum Bapak Sosimus Mitang ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi di Kabupaten Sikka,” kata Very.
Ia mengatakan, DISARPUS Sikka akan mengelola koleksi tersebut sesuai dengan ketentuan pengelolaan bahan pustaka sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Very juga berharap semakin banyak keluarga, tokoh masyarakat, lembaga, komunitas maupun individu di Kabupaten Sikka yang tergerak menyumbangkan koleksi buku yang layak dan relevan untuk kepentingan publik.
“Gerakan literasi membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan masyarakat Sikka memiliki akses yang semakin luas terhadap bahan bacaan berkualitas,” ujarnya.
Ketika Buku Menjadi Warisan yang Hidup
Hibah koleksi buku pribadi almarhum Sosimus Mitang menyampaikan satu pesan sederhana: warisan pengetahuan akan terus hidup ketika dibagikan.
Buku-buku yang sebelumnya menjadi bagian dari koleksi pribadi kini berpeluang dibaca dan dipelajari oleh masyarakat.
Dengan demikian, pengetahuan yang tersimpan di dalamnya dapat berpindah dari satu pembaca kepada pembaca lainnya dan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di tengah upaya membangun budaya membaca dan memperluas akses terhadap bahan bacaan, langkah keluarga almarhum Sosimus Mitang menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap penguatan literasi di Nian Tana Sikka.
Warisan itu pun tidak berhenti sebagai kenangan keluarga. Melalui buku-buku yang dihibahkan, pengetahuan peninggalan almarhum diharapkan terus menemukan pembacanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sikka.
Yuven Fernandez

















