MALAKA — Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera bekerja dan tidak membuang waktu.
Di hadapan jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Malaka, SBS menegaskan masih ada waktu 1.249 hari bagi dirinya bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu untuk bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan SBS saat menghadiri pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka di Pantai Cemara Abudenok, Kabupaten Malaka, Sabtu (19/9/2026).
Menurut SBS, para pejabat harus mampu mempercepat pelaksanaan berbagai kegiatan pemerintahan dengan tetap menjaga kualitas dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Percepat kegiatan dengan kecepatan tinggi, berkualitas dan bermanfaat bagi rakyat,” tegas SBS dalam sambutannya.
Ia meminta para pejabat yang menerima amanah jabatan agar menjalankan tugas dengan penuh suka cita sekaligus memperhatikan berbagai pesan yang disampaikan dalam momentum pelantikan tersebut.
SBS juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap administrasi negara dan tata kelola pemerintahan dalam menjalankan setiap tugas dan kewenangan.
“Harus paham administrasi negara, dari segi kepentingan dan tata kelola administrasi negara Republik Indonesia,” katanya.
Jabatan adalah Kepercayaan
Bagi SBS, jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur birokrasi, tetapi merupakan kepercayaan yang harus dijawab melalui kerja nyata.
Karena itu, pejabat yang baru dilantik diminta segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pada saat yang sama, seluruh pegawai diminta membangun kerja bersama dan kolaborasi agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan efektif.
SBS juga memberikan perhatian khusus terhadap proses administrasi pascapelantikan.
Ia menegaskan bahwa pelantikan dan serah terima jabatan memiliki kepentingan yang berbeda. Pelantikan berkaitan dengan pejabat yang baru menerima jabatan, sedangkan serah terima jabatan berkaitan dengan pejabat lama yang digantikan.
“PLH harus serah terima jabatan,” tegasnya.
Filosofi Kepemimpinan dari Anatomi Manusia
Dalam kesempatan tersebut, SBS juga menyampaikan filosofi kepemimpinan yang ia gambarkan melalui anatomi manusia.
Menurutnya, posisi kepala harus menjadi pusat kendali yang mampu berbicara, melihat dan mendengar.
“Leher ke atas itu kepala, kepala ke bawah itu badan dan ada tangan ” ujarnya.
Ia kemudian menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh diam ketika menemukan kesalahan yang dilakukan bawahannya.
“Kepala harus omong, lihat dan dengar. Jangan diam kalau anak buahnya salah,” kata SBS.
Menurutnya, pemimpin harus mampu meluruskan kesalahan bawahannya agar organisasi dapat berkembang dan para pegawai semakin memahami tugasnya.
“Kepala itu kepercayaan,” ujarnya.
SBS menyampaikan bahwa filosofi kepemimpinan tersebut akan kembali dibahas dalam agenda workshop pada Oktober mendatang.
Ia meminta seluruh pejabat bekerja dengan baik dan menggunakan kepercayaan yang diberikan untuk menghasilkan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Wabup: Pejabat Harus Jadi Teladan
Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu memberikan penekanan pada aspek keteladanan dan disiplin.
Ia menyampaikan ucapan proficiat kepada seluruh pejabat yang dilantik sekaligus mengingatkan agar setiap pejabat memahami tugas dan tanggung jawabnya.
“Pejabat harus tahu tugas, kerja dengan hati, bersyukur dengan segala keadaan dan harus disyukuri,” ujar Henri
Ia meminta para pejabat menjadi teladan bagi staf di masing-masing perangkat daerah.
Disiplin waktu, kata dia, harus dimulai dari pimpinan. Pejabat harus memberikan contoh yang baik, baik dalam hal waktu masuk kantor maupun dalam pelaksanaan tugas.
“Harus beri contoh yang baik sehingga hasilnya bermanfaat bagi rakyat,” katanya.
DPRD Tekankan Kemitraan Eksekutif-Legislatif
Wakil Ketua II DPRD Malaka, Lambertus Bria, atas nama pimpinan DPRD, turut menyampaikan proficiat kepada para pejabat yang dilantik.
Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan secara baik dan bertanggung jawab.
Lambertus juga menekankan pentingnya menjaga kemitraan antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kemitraan antara legislatif dan eksekutif tetap dibangun untuk melayani rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, momentum pelantikan harus menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program Bupati dan Wakil Bupati Malaka.
“Kita dukung seluruh program pemerintah yang pro rakyat,” katanya.
Tokoh Agama: Jabatan Harus Berorientasi pada Pelayanan.
Pesan moral juga disampaikan Pater Deken Malaka, Hironimus Moensaku, SVD, yang mewakili unsur tokoh agama/FKUB Malaka.
Ia menyampaikan proficiat kepada seluruh pejabat yang menerima amanah baru.
Menurutnya, ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh para pejabat dalam menjalankan tugas, yakni perutusan dan tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara sebagaimana termaktub dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia mengingatkan agar tugas pelayanan pemerintahan ditempatkan dalam nilai cinta kasih kepada sesama.
Pesan tersebut menegaskan bahwa jabatan pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan kewenangan administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Wakapolres: Jangan Keluar dari Tupoksi
Wakapolres Malaka juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pimpinan harus dijalankan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Jangan ada gerakan tambahan atau melambung dari tupoksi yang ada. Kerja sesuai aturan dan ketentuan,” pesannya.
Pelantikan Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Masyarakat
Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat lingkup Pemkab Malaka tersebut dihadiri Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Wakil Bupati Henri Melki Simu, Wakil Ketua II DPRD Malaka Lambertus Bria bersama anggota DPRD, Wakapolres Malaka, staf ahli bupati, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah, Tim Pendamping Pembangunan, TP PKK Kabupaten Malaka, Pater Deken Malaka Hironimus Moensako, SVD, Pastor Paroki Besikama, pendeta GMIT, Ketua MUI Malaka, pimpinan lembaga perbankan, instansi vertikal, para camat, kepala desa serta masyarakat.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan roda pemerintahan Kabupaten Malaka tetap berjalan melalui pengisian dan penataan jabatan pada sejumlah tingkatan birokrasi.
Bagi para pejabat yang baru dilantik, pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut menjadi penegasan bahwa amanah jabatan harus diterjemahkan dalam disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, kepatuhan terhadap aturan serta kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor : Boni Atolan

















