banner 728x250

Kepri Salurkan Rp500 Juta Bagi Korban Gempa Flores

Wujud Nyata Solidaritas Antardaerah, Pemprov Kepri Gerak Cepat Dukung Pemulihan Pascabencana di Nusa Tenggara Timur

banner 120x600
banner 468x60

KUPANG, Radar Perbatasan.com – Semangat gotong royong antarwilayah kembali digaungkan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta guna meringankan beban korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan bertajuk Kepri Peduli Gempa Flores tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, kepada Pemerintah Provinsi NTT. Pertemuan penuh kehangatan dan kekeluargaan itu berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur NTT, pada Senin 14 September 2026.

banner 325x300

Dalam lawatannya, Wagub Nyanyang didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Nenny Dwiyana, serta Plt. Kalak BPBD Provinsi Kepri, Darson. Kehadiran delegasi Kepri ini membawa pesan moral mendalam bagi masyarakat NTT yang tengah berjuang bangkit dari musibah.

Pesan Empati dan Solidaritas dari Kepri

Wagub Nyanyang menyampaikan bela sungkawa yang mendalam dari seluruh masyarakat Kepri kepada warga NTT. Dia mengingatkan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja, sehingga kepedulian bersama menjadi fondasi penting dalam menghadapi situasi krisis.

“Bencana tidak memilih waktu dan tempat, bisa kapan saja dan menimpa siapa saja. Dalam kesempatan ini atas nama pribadi dan mewakili masyarakat Kepri, kami menyampaikan duka yang mendalam untuk masyarakat yang terdampak. Semoga duka ini cepat berlalu dan NTT tetap maju,” ujar Nyanyang penuh empati.

Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Provinsi NTT

Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma. Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus atas perhatian luar biasa dari Pemprov Kepri di tengah masa-masa sulit yang dihadapi warganya.

Johni memaparkan bahwa Pulau Flores diguncang gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan masif pada harta benda dan infrastruktur, tetapi juga menyisakan trauma mendalam akibat ribuan gempa susulan yang terus terjadi hingga saat ini.

“Kami mengakui bahwa bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sangat besar dampaknya serta memakan korban jiwa dan materil. Gempa pertama terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 dengan kekuatan 7,7 SR dan hingga kini diikuti oleh ribuan gempa susulan,” ungkap Johni.

Dia menegaskan bahwa suntikan dana senilai Rp500 juta ini memiliki makna yang jauh melampaui nilai materialnya. Dukungan tersebut menjadi simbol nyata persaudaraan nasional yang menguatkan jajaran Pemprov NTT dalam mengelola masa tanggap darurat hingga tahapan pemulihan total.

“Bantuan yang kami terima hari ini tentu saja sangat membantu kami dalam melaksanakan penanganan bencana di Pulau Flores. Ini bukan sekadar materi, melainkan wujud nyata solidaritas antardaerah,” tambahnya.

Melalui kolaborasi dan kepedulian yang erat ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Flores dan NTT secara keseluruhan dapat segera bangkit, memulihkan infrastruktur, serta menatap masa depan dengan penuh optimisme.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!