Pematangsiantar ,Radar Perbatasan— Di tengah suasana persaudaraan para imam diosesan dari berbagai penjuru Nusantara, sebuah kepercayaan kembali dipercayakan kepada RD. Florens Maxi Un Bria. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) XV Unio Indonesia yang berlangsung di Pematangsiantar, Sumatera Utara, ia kembali terpilih sebagai Ketua Unio Indonesia (Unindo) untuk periode 2026–2029.
Dari 107 suara yang terkumpul dalam proses pemilihan, RD. Florens Maxi Un Bria memperoleh 86 suara, sebuah dukungan mayoritas yang mengantarnya kembali melanjutkan tugas pelayanan di tubuh Unio Indonesia.
Sementara itu, Rm. Herman memperoleh 11 suara, Rm. Vidi empat suara, Rm. Sem dua suara, serta sejumlah nama lainnya memperoleh suara dalam proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis tersebut.
Munas XV menjadi ruang perjumpaan para imam diosesan dari berbagai keuskupan di Indonesia. Di tempat ini, gagasan dipertukarkan, pengalaman dibagikan, dan persaudaraan kembali diteguhkan. Bukan sekadar forum organisasi, Munas menjadi momentum untuk melihat perjalanan bersama sekaligus menatap masa depan pelayanan dengan semangat yang baru.
Persaudaraan yang Menjadi Kekuatan
Sebelum pemilihan berlangsung, RD. Florens menyampaikan laporan perjalanan Unio Indonesia selama periode 2023–2026.
Dalam laporan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada para uskup, para imam, pengurus Unio Indonesia, serta semua pihak yang selama ini berjalan bersama dan memberikan dukungan terhadap berbagai program Unio Indonesia.
Baginya, perjalanan Unio Indonesia tidak pernah berdiri di atas kekuatan satu orang. Ia bertumbuh dari kebersamaan, komunikasi, dan terutama persaudaraan para imam diosesan.
Persaudaraan bukan sekadar kata yang indah untuk diucapkan. Ia menjadi ruang untuk saling menguatkan ketika langkah terasa berat, saling meneguhkan ketika pelayanan menghadapi tantangan, dan saling mengingatkan agar panggilan tetap diarahkan kepada Kristus dan Gereja.
Semangat itu menemukan gema dalam ungkapan para Imam Projo Keuskupan Agung Kupang:
“Menjadi Imam Projo – Bersaudara sampai Mati.”
Sebuah ungkapan sederhana, tetapi menyimpan makna mendalam tentang panggilan untuk terus berjalan bersama dalam suka dan duka, dalam pelayanan dan perutusan.
Kepercayaan Adalah Panggilan untuk Melayani
Usai dinyatakan terpilih kembali, RD. Florens Maxi Un Bria menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia memberikan penghargaan kepada para uskup, para imam, serta seluruh peserta Munas XV Unindo yang telah mengikuti proses pemilihan dengan penuh persaudaraan dan tanggung jawab.
Kepercayaan tersebut tidak dipandang semata-mata sebagai sebuah jabatan, tetapi sebagai panggilan untuk kembali melayani dan berjalan bersama.
Dalam kepemimpinannya untuk periode 2026–2029, RD. Florens menegaskan semangat “bercommunio dan berprogresio” dalam persekutuan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Communio menjadi napas persaudaraan—sebuah kesadaran bahwa tidak seorang pun berjalan sendirian dalam panggilan imamat.
Sementara progresio menjadi dorongan untuk terus bergerak maju, membaca perubahan zaman, dan menghadirkan pelayanan yang semakin relevan bagi kehidupan para imam diosesan, Gereja, dan masyarakat.
Dengan demikian, persaudaraan tidak berhenti sebagai kenangan tentang perjumpaan, tetapi menjadi energi untuk melangkah menuju masa depan.
Regio Nusra: Proficiat dan Siap Berjalan Bersama
Terpilihnya kembali RD. Florens Maxi Un Bria juga mendapat sambutan dari para imam di berbagai regio.
Koordinator Regio Nusra Unio, RD. Bob Muda, menyampaikan proficiat atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada RD. Florens Maxi Un Bria untuk memimpin Unio Indonesia periode 2026–2029.
Regio Nusra menyatakan kesiapan untuk mendukung kepengurusan Unindo melalui berbagai program yang akan dirancang dan dilaksanakan bersama.
Dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Unio Indonesia bukan hanya sebuah organisasi, tetapi menjadi rumah persaudaraan, ruang komunikasi, dan tempat para imam saling meneguhkan dalam menjalani panggilan serta perutusan.
Di dalam rumah itu, perbedaan keuskupan tidak menjadi sekat. Jarak geografis tidak menjadi penghalang. Sebab yang menyatukan adalah satu panggilan dan satu semangat untuk melayani Gereja.
Papua Menanti Munas XVI
Dalam Munas XV juga diumumkan bahwa Munas XVI Unio Indonesia tahun 2029 akan dilaksanakan di Regio Papua.
Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Munas XIV Unio Indonesia di Mataloko.
Dengan demikian, perjalanan Unio Indonesia terus bergerak dari satu perjumpaan menuju perjumpaan berikutnya, dari satu wilayah ke wilayah lainnya, membawa semangat persaudaraan yang sama.
Kini, setelah kepercayaan kembali diberikan kepada RD. Florens Maxi Un Bria, sebuah lembaran baru Unio Indonesia mulai dibuka.
Tiga tahun ke depan bukan hanya tentang program dan agenda organisasi.
Lebih dari itu, menjadi perjalanan untuk merawat persaudaraan, memperkuat komunikasi, meneguhkan panggilan, dan memperluas ruang pelayanan.
Sebab pada akhirnya, seorang imam tidak dipanggil untuk berjalan sendirian.
Ia dipanggil untuk berjalan bersama.
Untuk saling meneguhkan.
Untuk saling menguatkan.
Dan untuk bersama-sama membawa cahaya Kristus ke tengah dunia.
Selamat menjalankan tugas pelayanan, RD. Florens Maxi Un Bria.
Proficiat atas kepercayaan yang kembali diberikan.
“Semoga persaudaraan tetap menjadi api yang menyala, dan pelayanan menjadi jalan yang membawa berkat bagi Gereja dan umat”ungkap ketua KOMUNITAS JALA SARA (Jalinan Antar suku,agama,ras dan alam semesta)INDONESIA,
V.Sintu Lopez.

















