banner 728x250

Jokowi Bermalam di Tenda Pengungsi Palue, Menyapa Flores dari Tengah Luka Gempa

banner 120x600
banner 468x60

PALUE, SIKKA — Radar Perbatasan.Com

Bukan dari ruang pemerintahan, bukan pula dari hotel atau tempat penginapan, Joko Widodo memilih Pulau Palue sebagai tempat untuk mendekatkan diri dengan warga yang masih bertahan di tengah situasi pascagempa.

banner 325x300

Presiden ke-7 Republik Indonesia itu mengunjungi Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9/2026), untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak gempa Flores.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah rencana Jokowi bermalam di tenda pengungsian bersama warga Desa Rokirole, Pulau Palue. Agenda tersebut juga diberitakan oleh sejumlah media nasional pada hari yang sama.

Kunjungan itu berlangsung ketika sebagian warga Palue masih menjalani kehidupan di pengungsian.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sikka per 3 September 2026, sebanyak 3.340 warga dari 892 kepala keluarga masih mengungsi di Pulau Palue. Mereka tersebar di tiga lokasi pengungsian, yakni Posko Rokirole, Nitunglea dan Lidi.

Dari Maumere Menyusuri Jalur Darat hingga Laut

Jokowi tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, pada Rabu siang. Kedatangannya disambut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama jajaran pemerintah daerah.

Penyambutan berlangsung sederhana. Bupati Sikka menyebut prosesi adat berupa pengalungan kain khas Flores dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Dari Maumere, Jokowi kemudian melanjutkan perjalanan menuju Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Dari Ropa, perjalanan diteruskan dengan kapal menuju Pulau Palue. Rute tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk mencapai wilayah yang terdampak bencana dan berada di kawasan kepulauan.

Perjalanan lintas darat dan laut itu sekaligus memperlihatkan karakter geografis Palue yang tidak mudah dijangkau.

Bagi masyarakat setempat, akses terhadap bantuan dan pelayanan pascabencana menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Palue dan Mereka yang Masih Menunggu Pulang

Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan di sejumlah wilayah Sikka.

Data Pemerintah Kabupaten Sikka menunjukkan, hingga 3 September 2026 terdapat 352.794 jiwa terdampak gempa, sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka tercatat 3.645 jiwa.

Palue menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni 3.340 jiwa.

Di tengah kondisi tersebut, persoalan warga tidak berhenti pada tempat untuk berlindung. Kebutuhan dasar, rumah yang rusak dan akses air bersih masih menjadi bagian dari kehidupan pengungsi.

Laporan media pada hari kunjungan Jokowi menyebut warga Palue juga menyuarakan kebutuhan air bersih serta perbaikan rumah yang rusak akibat gempa.

Karena itu, kehadiran Jokowi di tengah pengungsian bukan hanya agenda meninjau lokasi terdampak.

Pertemuan langsung dengan warga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan sendiri kondisi dan kebutuhan mereka.

Menyentuh Luka dari Dekat

Di Palue, Jokowi dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Desa Rokirole menjadi salah satu titik kunjungan. Di tempat inilah Jokowi juga dijadwalkan bermalam di tenda pengungsian bersama warga.

Selain Rokirole, agenda kunjungan juga mencakup Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Lei di Desa Tuanggeo untuk melihat kondisi fasilitas yang terdampak bencana.

Bagi warga yang masih hidup dalam suasana pengungsian, kehadiran seorang mantan kepala negara di tengah mereka menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi secara langsung—tanpa harus menunggu laporan berjenjang dari meja ke meja.

Palue bukan sekadar titik dalam peta perjalanan Jokowi hari itu.

Ia adalah ruang tempat ribuan warga masih menata kembali kehidupan setelah gempa.

Dan malam itu, jika agenda berjalan sesuai rencana, tenda pengungsian di Desa Rokirole menjadi tempat Jokowi bermalam—bersama masyarakat yang hingga kini masih menunggu satu hal yang paling sederhana sekaligus paling penting: kesempatan untuk kembali pulang dan hidup dengan aman.

Yuven Fernandez

 

banner 325x300
error: Content is protected !!