BATAM — Senin pagi bukan sekadar rutinitas upacara bagi Virzha Danial Khairul Azam. Siswa kelas VI A SDN 004 Bengkong itu mendapat kepercayaan berdiri di depan teman-temannya sebagai pemimpin upacara, Senin (14/9/2026).

Di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kepercayaan tersebut menjadi pengalaman penting untuk belajar memikul tanggung jawab, tampil percaya diri, sekaligus menjalankan tugas di hadapan warga sekolah.

Upacara yang berlangsung di lingkungan SDN 004 Bengkong, Jalan Baloi Harapan II, Kampung Bawean, Kecamatan Bengkong, Batam, itu menempatkan Virzha sebagai salah satu pusat perhatian.

Bagi seorang siswa sekolah dasar, menjadi pemimpin upacara bukan hanya soal berdiri di barisan paling depan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan dengan disiplin dan ketenangan.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran karakter.
Siswa diberi kesempatan untuk mengalami secara langsung arti tanggung jawab, kepemimpinan, kedisiplinan, dan keberanian tampil di depan orang lain.

Di balik pengalaman Virzha tersebut, terdapat lingkungan sekolah yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang.
Kepala SDN 004 Bengkong, Yumaroh, S.Pd., M.Pd., menjadi pimpinan sekolah yang menaungi proses pendidikan para siswa.
Sementara Murni Citra Lestari, S.Pd., merupakan wali kelas VI A tempat Virzha menempuh pendidikan.

Adapun Nasrun, S.Pd.I., bertugas sebagai pembina upacara pada kegiatan tersebut.
Dukungan terhadap kegiatan sekolah juga datang dari komite sekolah. Eko Purwanto, selaku ketua komite, disebut selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan di lingkungan SDN 004 Bengkong.
Bagi sekolah, pengalaman seperti ini memiliki nilai penting. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk belajar mengambil tanggung jawab dan tampil di hadapan orang lain.
Kepercayaan yang diberikan kepada Virzha menjadi sebuah pengalaman yang kelak dapat menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya.
Sebab, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari posisi besar.
Ia bisa tumbuh dari hal sederhana—ketika seorang anak diberi kesempatan untuk berdiri di depan, menjalankan tugas, dan belajar bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Dan pagi itu, di halaman SDN 004 Bengkong, Virzha tidak hanya memimpin upacara. Ia sedang belajar menjadi pemimpin.
Laporan : Sebastian

















