banner 728x250

Mubes PKNTT Batam 2026: Tiga Putra NTT Berebut Kursi Ketum, Pemuda Flotim Serukan Persaudaraan dan Politik Hati Nurani

Siapa Pimpin PKNTT Batam 2026–2030? Nus Soge: Jangan Korbankan Persaudaraan

banner 120x600
banner 468x60

Laporan :  Sebastian – Batam 

BATAM — Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PKNTT) Batam tahun 2026 memasuki momentum penting. Tiga putra terbaik Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil sebagai kandidat Ketua Umum (Ketum) PKNTT Batam periode 2026–2030.

banner 325x300

Ketiga kandidat tersebut yakni Dominggus R. Woge (Don Woge), Edward Kamaleng (Edo Kamaleng), dan M. Agung Teibang.

Ketiganya akan bersaing dalam forum Mubes yang menjadi ruang demokratis bagi keluarga besar NTT di Batam untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi selama empat tahun ke depan.

Menjelang pelaksanaan Mubes, Koordinator Pemuda Flores Timur (Flotim), Etalianus Aji Soge, yang akrab disapa Nus Soge, mengajak seluruh peserta menjaga suasana persaudaraan agar proses pemilihan berlangsung aman, tertib dan demokratis.

Menurut Nus Soge, Mubes PKNTT Batam bukan hanya tentang memilih seorang ketua umum, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan figur yang mampu mengemban aspirasi dan memperhatikan kepentingan masyarakat
NTT yang hidup dan berkarya di Batam.

“Harapan kami, pelaksanaan Mubes bisa berjalan lancar, tertib dan aman serta menghasilkan ketua yang benar-benar bisa memperhatikan kepentingan diaspora NTT di Batam,” ujar Nus Soge, Jumat (11/9/2026).

Ia menilai, siapa pun yang nantinya mendapat mandat sebagai Ketum PKNTT Batam harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat NTT tanpa membedakan latar belakang daerah asal, suku maupun kelompok.

Kepemimpinan PKNTT ke depan, kata dia, membutuhkan figur yang mampu menjaga persatuan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak di Batam.

“Yang paling penting adalah persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pilihan dalam Mubes justru membuat kita terpecah,” katanya.

Seruan serupa juga tercermin dalam pesan yang disampaikan melalui materi sosialisasi ketiga kandidat. Para pemilik hak suara diingatkan untuk menggunakan hak politik organisasi berdasarkan hati nurani, tanpa tekanan maupun embel-embel kepentingan tertentu.

Pesan “Pilih dengan Hati Nurani” menjadi salah satu penekanan menjelang pesta demokrasi internal PKNTT Batam tersebut.

Mubes PKNTT Batam 2026 diharapkan tidak berhenti pada proses pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar keluarga NTT di tanah rantau.

Dengan tema semangat persaudaraan dan pengabdian, kepemimpinan baru nantinya diharapkan mampu membawa PKNTT Batam semakin solid, terbuka dan memiliki kontribusi lebih besar bagi masyarakat NTT maupun pembangunan Kota Batam.

Semangat “Dari NTT untuk Batam, untuk Indonesia” pun menjadi relevan dengan keberadaan diaspora NTT yang selama ini menjadi bagian dari dinamika sosial, ekonomi dan pembangunan di Batam.
Karena itu, Mubes PKNTT Batam 2026 tidak hanya menjadi pertarungan tiga nama untuk menduduki kursi Ketum periode 2026–2030.

Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ujian kedewasaan organisasi dalam menjaga demokrasi sekaligus merawat persaudaraan.

Siapa pun yang terpilih nantinya, tantangan utamanya adalah memastikan PKNTT Batam tetap menjadi rumah bersama bagi keluarga besar NTT dan mampu memperjuangkan kepentingan diaspora secara bermartabat. **

 

banner 325x300
error: Content is protected !!