JAMBI – Rekam jejak kepemimpinan Syarif Fasha sebagai Wali Kota Jambi selama dua periode, 2013–2023, dinilai menjadi salah satu modal penting jika dirinya kembali mengambil bagian dalam kontestasi politik untuk memimpin Provinsi Jambi.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi, Mappangara HK. Ia menilai pengalaman Fasha memimpin pemerintahan kota selama satu dekade menjadi bagian penting yang patut dipertimbangkan masyarakat ketika menilai calon pemimpin daerah.
Menurut Mappangara, kapasitas seorang pemimpin tidak cukup diukur dari janji politik yang disampaikan menjelang pemilihan. Pemimpin, kata dia, semestinya dinilai dari rekam jejak, pengalaman pemerintahan, kerja nyata, kemampuan mengambil kebijakan, serta kedekatannya dengan masyarakat.
“Bagi saya pribadi, keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari bagaimana ia menjalankan amanah ketika diberikan kepercayaan oleh rakyat. Pasha telah memiliki pengalaman memimpin Kota Jambi, dan pengalaman tersebut merupakan modal penting dalam membangun daerah yang lebih besar,” ujar Mappangara HK.
Pengalaman Pemerintahan Dinilai Jadi Modal
Mappangara yang juga pernah menjalankan tugas sebagai kepala desa mengatakan, pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat membuat dirinya memahami bahwa persoalan kepemimpinan tidak berhenti pada kebijakan di atas kertas.
Pemimpin, menurutnya, harus mampu menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi kebijakan, membangun komunikasi dengan berbagai kelompok serta memastikan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pengalaman Fasha memimpin Kota Jambi selama dua periode dinilai dapat menjadi salah satu indikator kapasitas yang layak diperhitungkan.
“Keberhasilan dan pengalaman beliau selama memimpin Kota Jambi merupakan bagian dari rekam jejak yang tidak bisa dipisahkan. Seorang pemimpin harus dinilai dari apa yang telah dikerjakan, bukan hanya dari apa yang direncanakan,” tegasnya.
LCKI dan Purna Bhakti Siap Beri Dukungan
Lebih jauh, Mappangara menyatakan dirinya bersama jajaran dan pengurus LCKI Provinsi Jambi serta kalangan Purna Bhakti mantan kepala desa yang memiliki pandangan serupa siap memberikan dukungan moral dan politik kepada Syarif Fasha apabila nantinya maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jambi.
Menurut dia, dukungan tersebut merupakan sikap politik yang didasarkan pada penilaian terhadap pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan.
“Kami melihat adanya potensi dan kapasitas kepemimpinan dalam diri Pasha. Oleh karena itu, apabila beliau diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk maju sebagai calon Gubernur Jambi pada masa yang akan datang, kami siap memberikan dukungan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.
Mappangara menegaskan, dukungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai upaya mengabaikan figur-figur lain yang berpotensi maju dalam kontestasi politik Jambi.
Menurut dia, masyarakat tetap memiliki hak untuk menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan masing-masing.
Karena itu, ia mengajak masyarakat agar melihat calon pemimpin bukan semata dari popularitas maupun janji politik, melainkan dari kapasitas, integritas, pengalaman dan rekam jejak pengabdian.
Jambi Membutuhkan Pemimpin Berpengalaman
Mappangara menilai tantangan pembangunan Jambi ke depan membutuhkan figur yang mampu memahami persoalan daerah secara menyeluruh.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, pemerataan pembangunan hingga penguatan sumber daya manusia.
“Jambi ke depan membutuhkan pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat, mampu membangun daerah secara merata dan memiliki keberanian dalam mengambil kebijakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia berharap proses politik menuju kontestasi gubernur mendatang dapat berlangsung secara sehat dan demokratis. Perbedaan pilihan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan maupun merusak persatuan masyarakat Jambi.
Dukungan Politik untuk Pasha
Di akhir pernyataannya, Mappangara kembali menegaskan apresiasinya terhadap perjalanan kepemimpinan Syarif Fasha selama dua periode di Kota Jambi.
“Atas dasar pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan yang telah ditunjukkan, saya secara pribadi menyatakan dukungan dan apresiasi kepada Pasha.
Bersama segenap pengurus LCKI dan kalangan Purna Bhakti yang sepemikiran, kami siap memberikan dukungan penuh sesuai dengan ketentuan dan mekanisme demokrasi yang berlaku,” katanya.
Ia berharap, siapa pun yang nantinya dipercaya masyarakat memimpin Provinsi Jambi mampu membawa daerah itu menuju pembangunan yang lebih merata, peningkatan kesejahteraan serta pelayanan publik yang semakin baik.
Editor : Boni Atolan

















