MALAKA, 7 September 2026 —
Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Pulau Flores kini tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk makanan dan pakaian.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malaka menyebut material bangunan untuk hunian sementara menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan.
Ketua PMI Kabupaten Malaka, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, mengatakan kebutuhan tersebut terutama diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana.
“Prioritas bantuan saat ini adalah bahan bangunan berupa tripleks dan seng untuk membangun hunian sementara bagi korban yang rumahnya rusak berat,” ujar Oktelin saat menerima bantuan dari Komunitas Seniman Malaka di Posko PMI Kabupaten Malaka, Senin (7/9/2026).
Posko PMI Kabupaten Malaka yang berada di samping Lapangan Umum Betun hingga kini masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
Menurut dr Oktelin, selain tripleks dan seng, terpal juga masih dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan tempat berlindung sementara bagi warga terdampak.
Masyarakat yang tidak dapat memberikan bantuan dalam bentuk barang juga dapat menyalurkan donasi uang tunai.
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk membeli material bangunan sesuai kebutuhan korban di lokasi bencana.
Posko PMI Masih Terima Donasi
Oktelin mengatakan Posko PMI Kabupaten Malaka masih menerima bantuan masyarakat hingga 12 September 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Malaka yang selama ini menunjukkan kepedulian terhadap warga NTT yang terdampak bencana di Flores.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Malaka yang sudah berdonasi,” katanya.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu para korban melewati masa pemulihan pascabencana.
Komunitas Seniman Salurkan Hasil Galang Dana
Pada hari yang sama, Komunitas Seniman Malaka menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana kepada PMI Kabupaten Malaka untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores.
Ketua Komunitas Seniman Malaka, Febry Tahu, mengatakan bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana melalui pertunjukan live music yang digelar di Kota Betun pada Sabtu (29/8/2026).
Dalam aksi bertajuk “Musik untuk Kemanusiaan” tersebut, Komunitas Seniman Malaka berhasil menghimpun dana sebesar Rp9,8 juta.
Febry menjelaskan, sebagian hasil penggalangan dana sebelumnya telah disalurkan melalui Keuskupan Atambua.
Sementara bantuan yang diserahkan kepada PMI Kabupaten Malaka akan diteruskan kepada korban bencana Flores yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini bisa diteruskan kepada saudara-saudara kita di Flores yang benar-benar membutuhkan,” kata Febry.
Aksi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat hadir melalui berbagai cara. Para seniman menggunakan panggung musik sebagai sarana menggalang solidaritas masyarakat.
Dari panggung musik di Kota Betun, donasi masyarakat kemudian bergerak menuju mereka yang membutuhkan bantuan di wilayah terdampak bencana Flores.
Kini, kebutuhan tersebut semakin spesifik: bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga membantu korban membangun kembali tempat tinggal sementara.
Editor : Boni Atolan

















