MALAKA, 7 September 2026 —
SMAN Harekakae, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mulai mematangkan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Sebanyak 333 siswa kelas XII dipersiapkan mengikuti TKA melalui serangkaian strategi, mulai dari try out, pemetaan kemampuan akademik hingga pendampingan dan les tambahan pada sore hari.
Kepala SMAN Harekakae, Robertus Bria Tahuk, S.Pd mengatakan persiapan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT agar siswa memiliki kesiapan akademik yang lebih baik saat menghadapi TKA.
“Persiapan TKA harus dilakukan sejak sekarang. Salah satu strateginya adalah pendampingan guru melalui les tambahan pada sore hari sesuai jadwal yang telah disusun sekolah,” ujar Robertus.
Try Out Jadi Pemetaan Kemampuan Siswa
Menurut Robertus, try out menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang akan diujikan.
Pelaksanaan try out pertama telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, try out kedua dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026.
Hasil dari setiap try out akan menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan guru untuk melihat materi yang masih menjadi kendala bagi siswa. Dengan demikian, pendampingan dapat diarahkan pada materi yang membutuhkan penguatan.
“Dari try out kita bisa melihat kemampuan anak-anak. Mana yang sudah dikuasai dan mana yang masih perlu diperkuat. Itu yang kemudian menjadi bahan bagi guru dalam memberikan pendampingan,” jelasnya.
Guru Dampingi Siswa pada Sore Hari
Untuk memperkuat persiapan, guru telah melaksanakan pendampingan pada sore hari berdasarkan jadwal yang disusun sekolah.
Pendampingan tersebut diarahkan pada mata pelajaran yang menjadi bagian dalam TKA, baik mata pelajaran umum maupun mata pelajaran pilihan.
Untuk mata pelajaran umum, siswa dipersiapkan menghadapi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Sementara untuk mata pelajaran pilihan, sekolah mempersiapkan siswa pada bidang Geografi, Ekonomi, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Strategi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penguasaan materi, tetapi juga membangun kesiapan mental dan kebiasaan siswa dalam menghadapi model soal serta tekanan ujian.
“Guru sudah melakukan pendampingan pada sore hari sesuai jadwal. Kita berusaha memberikan pelayanan tambahan agar anak-anak benar-benar siap menghadapi TKA nanti,” katanya.
Dalam pelaksanaan pendampingan, sekolah juga memperhatikan aspek transportasi guru.
Dukungan transportasi bagi guru dalam kegiatan tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Siswa Jadi Kunci
Robertus menegaskan, berbagai program persiapan yang disiapkan sekolah tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa keterlibatan aktif siswa.
Karena itu, ia meminta seluruh siswa kelas XII memanfaatkan kesempatan pendampingan dengan hadir secara aktif dan mengikuti setiap tahapan persiapan yang telah dijadwalkan.
“Harapan kami, anak-anak harus aktif hadir dalam pendampingan. Guru sudah menyiapkan waktu dan materi. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar keberhasilan yang kita harapkan pada TKA nanti dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga mengajak orang tua untuk memberikan dukungan dengan mendorong siswa menjaga pola belajar dan kehadiran selama masa persiapan.
Menurutnya, keberhasilan siswa bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga konsistensi belajar, kedisiplinan, dukungan guru, serta dukungan keluarga.
Dengan jumlah peserta mencapai 333 siswa, SMAN Harekakae menargetkan seluruh peserta kelas XII memiliki kesiapan yang optimal sebelum menghadapi TKA pada November mendatang.
Sekolah akan terus melakukan evaluasi melalui try out dan pendampingan hingga pelaksanaan TKA, sehingga setiap kelemahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti melalui penguatan pembelajaran.
Robertus berharap kerja sama antara siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah dapat menjadi fondasi penting untuk mencapai hasil TKA yang membanggakan.
“Yang paling penting adalah anak-anak jangan menyerah dan jangan malas belajar. Gunakan pendampingan ini dengan baik. Kami dari sekolah akan terus mendampingi sampai mereka benar-benar siap,” pungkasnya.
Editor : Boni Atolan

















