banner 728x250

IMADAR Kefamenanu Desak Polres TTU Segera Tuntaskan Dugaan Pengeroyokan Anggotanya, Peter Mau

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu

Ikatan Mahasiswa Dawan R (IMADAR) Kefamenanu mendesak Polres Timor Tengah Utara (TTU) segera menuntaskan penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap salah satu anggotanya, Petrus Jenever Rasyid Mau alias Peter Mau.

banner 325x300

Peter Mau diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan BTN Km 9, tepatnya di depan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, pada Selasa malam.

Peristiwa tersebut menyita perhatian IMADAR Kefamenanu lantaran Peter Mau merupakan mahasiswa yang sedang menjalani aktivitas akademik, termasuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek, yang akrab disapa Jery Manek, menegaskan bahwa pihaknya mendesak aparat kepolisian tidak membiarkan kasus tersebut berlarut-larut.

Menurutnya, penanganan perkara harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. IMADAR juga meminta agar setiap pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut diproses sesuai hukum.

“Kami mendesak Polres TTU agar segera menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan terhadap anggota kami, Peter Mau. Kami ingin hukum berjalan secara adil dan transparan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Jery.

Ia mengatakan, mahasiswa seharusnya mendapatkan rasa aman dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Karena itu, dugaan kekerasan terhadap mahasiswa tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.

IMADAR Kefamenanu juga meminta kepolisian mengungkap secara terang kronologi kejadian, memeriksa saksi-saksi, mengamankan bukti yang diperlukan, serta memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu.

“Kami percaya kepada aparat kepolisian. Namun, kepercayaan itu harus dijawab dengan penanganan perkara yang cepat, profesional, dan memberikan kepastian hukum kepada korban maupun keluarga,” lanjutnya.

Bagi IMADAR, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut satu orang mahasiswa. Lebih dari itu, kasus tersebut menjadi perhatian bersama terkait jaminan keamanan mahasiswa dan masyarakat di ruang publik, khususnya di kawasan BTN Km 9 dan sekitar Rusunawa.

IMADAR menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut. Organisasi mahasiswa itu berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Di sisi lain, pihak keluarga Peter Mau juga telah menyampaikan harapan agar kepolisian segera memberikan kepastian hukum atas perkara tersebut. Ayah korban, Marcelinus Janden Dasi Mau alias Marsel, sebelumnya mengaku terpukul melihat kondisi anaknya dan meminta agar proses hukum berjalan sehingga keluarga memperoleh rasa keadilan.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah Polres TTU dalam mengungkap dugaan pengeroyokan tersebut. Masyarakat menunggu bukan sekadar siapa yang diperiksa, tetapi sejauh mana hukum mampu memberikan kepastian dan rasa aman bagi setiap warga.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!