banner 728x250

MENJAGA HUTAN ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA, BUKAN SEKEDAR SERUAN !!  SATGAS CITARUM BAIS TIM 20 DELUMIL GANDENG FORUM PEMUDA PENJAGA PERBATASAN RI RDTL LAKUKAN PEMASANGAN BENER PESAN SINGKAT CEGAH KARHUTLA

banner 120x600
banner 468x60

 

Atambua—Bertempat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, dusun Motaain desa silawan Kecamatan tasifeto timur Kabupaten Belu, NTT dilaksanakan Pemasangan Banner Forum Komunikasi Masyarakat Menjaga Perbatasan (FKMP) RI-RDTL dalam Rangka Mewujudkan Perbatasan Hijau dan Berkelanjutan di Wilayah Pos PLBN Motaain Perbatasan RI-RDTL

banner 325x300

Kabupaten Belu memiliki kawasan hutan dan bentang alam yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, ketersediaan air, kesuburan tanah, serta keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, perlindungan terhadap hutan dan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Forum pemuda penjaga Perbatasan Laskar tulakadi 88 bersama Satgas Citarum BAIS mendorong masyarakat untuk mengelola lahan secara bijaksana dan tanpa melakukan pembakaran, terutama dalam membuka atau membersihkan lahan pertanian. Praktik pembakaran lahan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran udara, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati perlu menjadi perhatian bersama. Hutan bukan hanya sekadar sumber kayu atau lahan yang dapat dimanfaatkan, tetapi merupakan rumah bagi berbagai kehidupan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki komitmen terhadap persoalan sosial dan lingkungan, PMKRI Cabang Atambua menilai pembangunan di wilayah perbatasan harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan. Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan hak generasi mendatang untuk menikmati alam yang sehat.

«“Wujudkan Perbatasan Hijau: Jaga Hutan, Kelola Lahan Tanpa Bakar, Lindungi Keanekaragaman Hayati, dan Wariskan Lingkungan yang Lestari.”»

Forum pemuda penjaga perbatasan laskar tulakadi 88 bersama Satgas BAIS Citarum juga mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi dan pengawasan lingkungan, meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta melibatkan masyarakat dan generasi muda dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Perbatasan yang kuat bukan hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan lingkungan yang sehat dan lestari. Menjaga hutan Belu hari ini berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat dan mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya(Roma)

Pesan : Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan tempat kita hidup. Hutan bukan hanya kumpulan pepohonan, tetapi sumber kehidupan yang menopang masyarakat, menjaga air, tanah, udara, serta keberlangsungan generasi yang akan datang.

Karena itu,Forum Pemuda penjaga perbatasan RI RDTL mendukung setiap upaya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, mengurangi kerusakan lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk mengelola lahan dengan cara yang lebih bijaksana dan berkelanjutan.

Namun, kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh berhenti pada slogan dan imbauan. Harus ada kesadaran masyarakat, keteladanan, edukasi, pengawasan, serta tindakan nyata dari semua pihak, termasuk pemerintah.

Masyarakat perbatasan harus menjadi bagian dari solusi. Mari kita jaga hutan, hindari pembakaran yang tidak terkendali, tidak merusak lingkungan, dan mengelola lahan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan alam.

Hutan yang kita jaga hari ini adalah warisan kehidupan untuk anak cucu kita.

Dari perbatasan, mari kita buktikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk nyata kecintaan kita terhadap tanah air.

Jaga Hutan, Lindungi Kehidupan, Wujudkan Perbatasan Hijau dan Berkelanjutan.(Roma)

banner 325x300
error: Content is protected !!