banner 728x250

SATGAS CITARUM BAIS TIM 20 DELUMIL GANDENG FORUM PEMUDA PENJAGA PERBATASAN RI RDTL LAKUKAN PEMASANGAN BENER PESAN SINGKAT CEGAH KARHUTLA

banner 120x600
banner 468x60

Atambua—Bertempat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaian, dusun Motaain desa silawan Kecamatan tasifeto timur Kabupaten Belu, NTT telah dilaksanakan Pemasangan Banner Forum Komunikasi Masyarakat Menjaga Perbatasan (FKMP) RI-RDTL dalam Rangka Mewujudkan Perbatasan Hijau dan Berkelanjutan di Wilayah Pos PLBN Motaain Perbatasan RI-RDTL

Wilayah perbatasan RI-RDTL di Kab. Belu memiliki potensi kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh aktivitas masyarakat dalam pengelolaan dan pembersihan lahan perkebunan, seperti pembukaan lahan dengan cara pembakaran. Apabila tidak dilakukan pengawasan, dapat mengganggu aktivitas serta mata pencaharian masyarakat di wilayah perbatasan.

banner 325x300

Kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi dan lahan di wilayah perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu menjadi kering dan mudah terbakar. Kondisi geografis wilayah perbatasan yang memiliki area perkebunan, semak belukar, dan lahan kering yang saling berdekatan dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat Desa silawan
dalam mencegah serta mengendalikan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya yang disebabkan oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara pembakaran.

Mendukung program Pemerintah Desa dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi mata pencaharian masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Materi Benner :

“Wujudkan perbatasan hijau dan berkelanjutan”

“Jaga hutan, kelola hutan tanpa bakar, lindungin keanekaragaman hayati dan wariskan lingkungan yang lestari”

Seruan yang disampaikan dalam kegiatan(dalam Vidio) tersebut :

“JANGAN MEMBAKAR HUTAN….JAGA HUTAN KITA”

“MARI….JAGA HUTAN KITA….JANGAN RUSAKI HUTAN”

“JAGA HUTAN UNTUK GENERASI DAN ANAK CUCU KITA.”

Lokasi pemasangan :

Sentral Pintu gerbang Pos Lintas Batas Negara Motaain (PLBN Motaain) desa silawan kecamatan tastim kab Belu,NTT

Dalam kegiatan tersebut Sdr. Manek selaku Korlap Laskar tulakadi 88 (Forum Pemuda Penjaga Perbatasan RI RDTL) binaan Subsatgas IV BAIS Tim 20 Delumil menyampaikan pesan,

“Bersama rekan rekan Pemuda Penjaga perbatasan mendukung penuh kegiatan pemasangan banner imbauan pencegahan karhutla di wilayah perbatasan RI-RDTL karena sangat penting sebagai bentuk penyuluhan melalui spanduk atau banner yang bisa dibaca langsung oleh masyarakat perbatasan”

“Mengimbau masyarakat perbatasan untuk meningkatkan kesadaran agar tidak melakukan pembakaran pada saat pembukaan lahan demi menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di wilayah batas”

“Pencegahan karhutla sangat diperlukan untuk menghindari dampak pada keamanan, kesehatan masyarakat, serta kelancaran lalu lintas orang dan barang di PLBN Motaain perbatasan RI RDTL”

“Bersama FKMP desa silawan akan turut mengawasi dan mensosialisasikan kepada warga agar bersama-sama menjaga hutan perbatasan sebagai warisan untuk generasi mendatang”

Pemasangan banner yang dilakukan oleh Tim 20 Delumil dan Perwakilan Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan (FKMP) RI-RDTL di titik strategis perbatasan efektif sebagai media sosialisasi langsung kepada pelintas batas dan masyarakat perbatasan.

Kegiatan pemasangan banner Forum Komunikasi Masyarakat Menjaga Perbatasan (FKMP) RI-RDTL di wilayah Kec.tasifeto timur Kab Belu NTT merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di kawasan perbatasan, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pemasangan banner tersebut diharapkan dapat menjadi media imbauan dan pengingat bagi masyarakat untuk melakukan pengelolaan lahan secara lebih tertib serta menghindari kegiatan pembakaran lahan yang tidak terkendali. Keterlibatan (FKMP) tersebut menunjukkan adanya koordinasi dan dukungan bersama dalam mendorong upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah perbatasan.

Karhutla di wilayah batas sangat krusial karena dampaknya tidak hanya lingkungan, tetapi juga dapat memicu gangguan keamanan, kabut asap, untuk itu Perlu sinergi antara aparat, instansi terkait, dan masyarakat adat untuk pengawasan bersama guna mencegah Karhutla(Roma)

banner 325x300
error: Content is protected !!