KUPANG, RADAR PERBATASAN –
Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan kerusakan besar pada rumah warga dan sejumlah fasilitas pelayanan dasar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT per 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA, tercatat sebanyak 97.078 rumah mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.356 rumah mengalami rusak berat, 22.072 rumah rusak sedang, dan 47.650 rumah mengalami rusak ringan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga. Sejumlah fasilitas pelayanan dasar juga terdampak akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores tersebut.
Data BPBD NTT mencatat sedikitnya 2.287 satuan pendidikan terdampak. Selain itu, terdapat 630 kantor pemerintahan, 594 rumah ibadah, serta 674 fasilitas pelayanan kesehatan yang mengalami dampak.
Fasilitas umum juga menjadi bagian dari infrastruktur yang terdampak. BPBD NTT mencatat sebanyak 13.101 fasilitas umum mengalami kerusakan atau terdampak akibat bencana tersebut.
Sementara itu, terdapat 36 sarana air bersih yang turut terdampak, sehingga kondisi tersebut berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Besarnya jumlah kerusakan tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta pemulihan tempat tinggal warga dapat segera dilakukan.
Pemerintah daerah bersama unsur penanggulangan bencana dan berbagai pihak terkait terus melakukan pendataan, penyaluran bantuan serta penanganan di wilayah yang terdampak.
Data kerusakan tersebut merupakan pembaruan BPBD Provinsi NTT per 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA dan masih dapat berubah seiring proses verifikasi serta pendataan lanjutan di lapangan.
Sumber: BPBD Provinsi NTT, Update 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA.
Yuven Fernandez

















