banner 728x250

12 Anak Putus Sekolah di Udek Duen Kembali ke Bangku Pendidikan !! Pemerintah Siapkan Seragam dan Tempat Tinggal.”

banner 120x600
banner 468x60

Talibura, Sikka – Radar Perbatasan.com
– Harapan baru terbuka bagi 12 anak asal Desa Udek Duen, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang sempat terhenti pendidikannya di jenjang SMP.

Kedua belas anak tersebut dipastikan akan kembali melanjutkan pendidikan di SMPK Antonius Boganatar mulai Senin, 31 Agustus 2026.

banner 325x300

Kepastian itu lahir melalui kesepakatan bersama antara orang tua, pihak sekolah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka.

Kesepakatan tersebut dibangun dalam pertemuan yang berlangsung di SDI Natar Mude, Jumat (28/8/2026). Sebanyak 12 orang tua/wali murid menyatakan komitmennya untuk kembali mengantarkan anak-anak mereka ke bangku sekolah.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Udek Duen.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan secara kolaboratif bersama SMPK Antonius Boganatar, terdapat 12 anak yang mengalami hambatan untuk melanjutkan pendidikan.

Mereka terdiri dari tujuh lulusan SDI Natar Mude dan lima lulusan SDK Watu Tena.

Berbagai faktor menjadi penyebab mereka tidak melanjutkan sekolah, antara lain jarak tempat tinggal dengan sekolah yang cukup jauh, keterbatasan ekonomi keluarga, minimnya dukungan moral, serta persoalan kemampuan dasar membaca dan menulis yang membuat sebagian anak merasa kurang percaya diri untuk kembali bersekolah.

Untuk mengatasi persoalan jarak dan tempat tinggal, para siswa tersebut direncanakan tinggal sementara di rumah guru maupun kerabat yang berada di sekitar sekolah.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Dinas PKO Kabupaten Sikka bersama Camat Talibura menyatakan kesiapan membantu kebutuhan seragam sekolah dan perlengkapan alat tulis bagi ke-12 anak tersebut.

Pertemuan itu dihadiri Pengawas SMP Dinas PKO Kabupaten Sikka, Ana Aprila, S.Pd., M.Pd., Camat Talibura Fransiskus Ismael, S.E., Pj. Kepala Desa Udek Duen Aloysius Anus, Plt. Kepala SDI Natar Mude Daniel Kia, S.Pd., jajaran guru SDI Natar Mude dan SDK Watu Tena, serta 12 anak bersama orang tua masing-masing.

Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, S.Pt., menitipkan harapan agar proses pendampingan terhadap 12 anak tersebut tidak berhenti pada kembalinya mereka ke sekolah.

Menurutnya, anak-anak harus didampingi hingga menyelesaikan pendidikan sesuai program wajib belajar 13 tahun, yakni sampai menamatkan pendidikan menengah atas.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan literasi dan numerasi.

Para guru SMPK Antonius Boganatar diharapkan memberikan pendampingan secara intensif sehingga anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan membaca dan menulis dapat mengejar ketertinggalannya.

Sementara itu, Pj. Kepala Desa Udek Duen Aloysius Anus menyatakan siap memperkuat komunikasi dengan para orang tua.

Pemantauan akan dilakukan secara intensif untuk memastikan anak-anak tersebut tetap konsisten mengikuti pendidikan setelah kembali ke sekolah.

Camat Talibura bersama pemerintah desa juga berkomitmen menekan angka Anak Tidak Sekolah di wilayah tersebut.

Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang kehidupan dan kesejahteraan generasi muda Talibura agar lebih baik di masa depan.

Plt. Kepala SDI Natar Mude, Daniel Kia, menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah tidak dapat diselesaikan oleh sekolah saja.

Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Kembalinya 12 anak tersebut ke bangku sekolah menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak kembali putus sekolah, mampu mengejar ketertinggalan pembelajaran, dan menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Dengan dukungan bersama, 12 anak dari Desa Udek Duen itu kini kembali memiliki kesempatan untuk menata masa depan melalui pendidikan.

Yuven Fernandez

banner 325x300
error: Content is protected !!