banner 728x250

HUT ke-81 RI, PETIR Bawa Pesan “Dari Timur Menggema Damai” di Sudirman

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) DPW DKI Jakarta untuk menyuarakan persatuan, menolak rasisme dan menggalang solidaritas bagi korban bencana Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan “Nada Damai dari Timur Nusantara” di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026).

banner 325x300

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlangsung bersamaan dengan aktivitas masyarakat dalam car free day. PETIR menghadirkan senam sehat, orasi, pembacaan puisi, pertunjukan musik, penggalangan donasi serta penandatanganan pesan damai oleh masyarakat.

Tema yang diangkat adalah “Merawat Kebhinekaan, Menguatkan Persaudaraan, Menjaga Indonesia”, dengan pesan utama “Dari Timur, Menggema Damai untuk Indonesia.”

Sejumlah penampil turut memeriahkan kegiatan, antara lain Obbie Messakh, Rani Ve dan The Tambel.

Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikily mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan masyarakat Indonesia Timur terhadap NKRI.

“Kami keluarga besar Indonesia Timur sangat mengasihi dan mencintai NKRI. Kami mencintai kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Ones.

Ia mengatakan masyarakat Indonesia Timur tidak ingin terus dilihat melalui stigma negatif.

“Kami cinta damai, kami menyayangi dan mengasihi bangsa ini. Kami pun ingin disayangi dan dikasihi, tidak didiskriminasi dan tidak diperlakukan secara rasis,” katanya.

Menolak Rasisme

Ketua Umum DPN PETIR E. Alex Kadju mengatakan rasisme masih menjadi persoalan yang harus dihentikan bersama.

Ia menyoroti penggunaan istilah yang merendahkan masyarakat Indonesia Timur dengan menyamakan mereka dengan hewan.

“Kami sangat prihatin, jujur kami marah dan kecewa karena kami orang Indonesia Timur selalu setiap ada permasalahan disetarakan dengan hewan,” ujar Alex.

Alex mengajak seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk menjaga persatuan dan menghentikan segala bentuk rasisme.

“Saya mengajak seluruh bangsa, seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mari kita menjaga. Jangan ada rasis. Karena itu akan merusak dan mencederai bangsa ini,” katanya.

“Stop mengatakan masalah rasis, apalagi yang berkaitan dengan hewan dan binatang. Kami ini manusia,” tegasnya.

Ones menambahkan, PETIR ingin menggunakan kegiatan tersebut untuk membangun cara pandang yang lebih positif terhadap masyarakat Indonesia Timur.

“Stop dengan yang namanya rasisme dan diskriminasi,” ujar Ones.

Menurutnya, masyarakat Indonesia Timur juga memiliki kontribusi dalam pembangunan dan kehidupan berbangsa.

“Yang kami minta adalah saling menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, persatuan Indonesia,” katanya.

Donasi untuk Flores

Pesan kebhinekaan dalam kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan aksi sosial untuk masyarakat terdampak bencana di Flores.

Ketua Panitia M. Harris Chandra, SH, mengatakan penggalangan bantuan merupakan bentuk kepedulian keluarga besar PETIR.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah di NTT atau Flores,” ujar Harris.

Pengumpulan dana masih berlangsung saat acara digelar. Berdasarkan laporan sementara, donasi telah mencapai sekitar Rp12 juta.

“Untuk sampai saat ini masih terus berjalan. Sementara laporan per jam ini sudah terkumpul sekitar Rp12 juta dan tentunya akan terus bertambah sampai acara selesai,” katanya.

PETIR juga berencana memberikan sembako dan bahan pokok. Jenis bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi bencana, termasuk kemungkinan bantuan untuk tempat ibadah yang rusak.

“Sekiranya ada tempat-tempat ibadah yang memang hancur atau rusak, tentunya kami akan lebih ke sana,” ujarnya.

Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada DPN PETIR untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.

Persaudaraan Tanpa Sekat

Alex menekankan solidaritas sebagai bagian dari semangat persaudaraan PETIR.

“Mari kita baku jaga, baku sayang, baku lihat. Dengan bersaudara, satu sakit semua sakit, satu senang semua senang,” ujarnya.

Ia mengatakan PETIR tidak hanya memperjuangkan kepentingan masyarakat Indonesia Timur, tetapi juga berupaya berkontribusi terhadap persoalan kebangsaan.

Pendiri DPN PETIR Semy Manafe mengapresiasi dukungan pengurus dan anggota dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu lahir dari keprihatinan terhadap bencana yang menimpa masyarakat NTT, khususnya Flores.

“Dengan segala kekurangan, PETIR mau berbuat yang terbaik,” kata Semy.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat yang aktivitasnya mungkin terganggu akibat kegiatan di kawasan Sudirman.

“Atas nama pendiri kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

PETIR menegaskan kegiatan “Nada Damai dari Timur Nusantara” terbuka bagi masyarakat umum dan bukan kegiatan eksklusif kelompok tertentu.

Melalui musik, olahraga, puisi, orasi dan aksi sosial, PETIR ingin menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan Indonesia.

Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan dari kawasan Sudirman tersebut diarahkan untuk menolak rasisme dan diskriminasi, memperkuat persaudaraan dan menjaga NKRI.

Penggalangan donasi untuk Flores menjadi bagian nyata dari pesan tersebut. Bagi PETIR, perbedaan asal daerah, suku, agama maupun warna kulit tidak seharusnya menghalangi masyarakat untuk saling menghormati.

Bersaudara dalam kebhinekaan, bersatu dalam kedamaian.

Polman Manalu

banner 325x300
error: Content is protected !!