Kefamenanu, Radar Perbatasan. Com
Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA menegaskan para petani untuk menjadikan Kelompok Tani ( Poktan) sebagai wadah belajar, bekerjasama dan berusaha untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya.
“Jangan hanya menjadikan Kelompok Tani sebagai tempat berkumpul ketika ada program pemerintah atau ketika ada bantuan. Jangan pula hanya berpikir bagaimana menghasilkan panen untuk memenuhi kebutuhan hari ini tetapi mulai berpikir bagaimana meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, mengolah hasil pertanian, membangun akses pasar dan menjadikan pertanian sebagai usaha ekonomi yang memberikan pendapatan yang baik bagi keluarga, “tegas Bupati Falen pada Pengukuhan 101 Poktan di Desa Bitefa Miomaffo Timur Jumat ( 28/8/2026).
Pengukuhan 101 Poktan terdiri dari 82 Poktan Dewasa, 16 Kelompok Wanita Tani, 2 Kelompok Taruna Tani dan 1 Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) dari 19 Kecamatan yakni Noemuti Timur, Noemuti, Bikomi Tengah, Miomaffo Tengah, Kota Kefamenanu, Miomaffo Barat, Mutis, Bikomi Utara.
Selanjutnya Miomaffo Timur, Bikomi Nilulat, Insana Barat, Biboki Moenleu, Naibenu, Biboki Anleu, Biboki Tengah, Biboki Selatan, Insana, Fafinesu dan Biboki Utara menjadi Kelas Pemula, Kelas Lanjut dan Kelas Madya.
Peran Penyuluh Pertanian
Selain peran Kelompok Tani bersama anggota, Bupati Falen mengatakan peran seorang Penyuluh Pertanian juga tidak kalah penting. Penyuluh bukan sekedar pelaksana kegiatan atau penyampai informasi dari pemerintah kepada petani.
“Penyuluh harus menjadi sahabat, guru, pendamping dan penggerak petani sejak petani merencanakan usaha taninya, memilih komoditas, menyiapkan lahan, melakukan budidaya, menghadapi gangguan hama, menentukan waktu panen, hingga bagaimana hasil pertanian itu memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, “katanya.
Kepada Penyuluh Bupati Falen titipkan para petani. Jangan biarkan petani berjalan sendiri. Hadirlah di tengah mereka. Dengarkan persoalan mereka, bantu mencari solusi dan terus mendorong mereka untuk berani maju.
” Kepada seluruh anggota kelompok jangan takut berubah. Jangan takut mencoba. Petani hari ini membutuhkan petani yang mau belajar dan beradaptasi. Kegagalan dalam mencoba bukan alasan untuk berhenti tetapi menjadi bahan untuk memperbaiki cara kerja, “pintanya.
Yuven Fernandez

















