banner 728x250

HUT Ke-81 RI, IMADAR Kefamenanu Tegaskan: Pancasila Harus Hadir Nyata di Tengah Rakyat, Bukan Sekadar Dihafal

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu –

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali melihat sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.

banner 325x300

Dalam momentum tersebut, Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Pemerintah Republik Indonesia untuk terus membuktikan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tertulis dalam konstitusi, tetapi harus hadir dan dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat.

IMADAR menilai, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih besar apabila nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui kebijakan dan pembangunan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ketua Umum IMADAR Kefamenanu periode 2026–2027, Marlianus Jeriyanto Manek atau Jery Manek, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Pancasila jangan hanya kita hafal dan kita ucapkan dalam setiap upacara. Nilai-nilainya harus benar-benar hidup dalam kebijakan pemerintah dan dirasakan oleh masyarakat. Keadilan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan kesejahteraan sosial harus menjadi bagian dari kehidupan rakyat,” tegas Jery Manek.

Menurut Jery, pengamalan Pancasila dapat dilihat dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti pembangunan yang merata, pelayanan publik yang adil, akses pendidikan dan kesehatan, infrastruktur yang layak, serta perhatian terhadap masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Ia menilai, pembangunan tidak boleh hanya terlihat di wilayah perkotaan. Masyarakat desa dan wilayah terpencil juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan dan pelayanan negara.

“Kalau Pancasila berbicara tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka keadilan itu harus benar-benar dirasakan sampai ke masyarakat paling bawah. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa tertinggal hanya karena mereka tinggal jauh dari pusat pemerintahan,” ujarnya.

IMADAR juga menilai bahwa kondisi nyata masyarakat di lapangan harus menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan kebijakan. Menurut organisasi mahasiswa tersebut, suara masyarakat tidak boleh hanya didengar ketika momentum politik atau seremoni pemerintahan berlangsung, tetapi harus menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan.

Bagi IMADAR, kritik mahasiswa terhadap pemerintah bukanlah bentuk permusuhan. Sebaliknya, sikap kritis merupakan bagian dari tanggung jawab moral generasi muda untuk mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada kepentingan rakyat.

“Mahasiswa harus berani menyampaikan apa yang menjadi keresahan masyarakat. Kita tidak boleh apatis. Pemerintah perlu dikritik ketika kebijakan belum berpihak kepada rakyat, tetapi kita juga harus siap memberikan gagasan dan solusi,” kata Jery.

Ia menambahkan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara suara masyarakat dan pemerintah sekaligus ikut memberikan gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah.

IMADAR berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada seremoni, pengibaran bendera maupun berbagai perlombaan. Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa cita-cita para pendiri bangsa benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, IMADAR Kefamenanu mengajak pemerintah di semua tingkatan untuk menjadikan Pancasila sebagai nilai yang benar-benar diwujudkan dalam setiap kebijakan, pembangunan dan pelayanan publik.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang bagaimana setiap rakyat mendapatkan hak yang sama, memperoleh keadilan dan dapat hidup dengan layak. Itulah salah satu bentuk nyata ketika Pancasila benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkas Jery Manek.

Atas nama keluarga besar IMADAR Kefamenanu, momentum HUT ke-81 RI menjadi seruan bersama: jangan biarkan Pancasila hanya hidup dalam teks dan upacara. Jadikan Pancasila hidup dalam kebijakan, pembangunan, pelayanan dan kehidupan nyata masyarakat.

Bagi IMADAR, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan sekadar dirayakan, tetapi harus dirasakan oleh rakyat.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!