banner 728x250

Keluarga Almarhum Adrianus Seran Sampaikan Terima Kasih kepada Yusinta Nenobahan Syarief atas Bantuan Pengantaran Jenazah dari Kupang ke Malaka

banner 120x600
banner 468x60

Kupang –

Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga besar almarhum Adrianus Seran, sebuah tindakan kemanusiaan menghadirkan kehangatan dan penghiburan. Keluarga almarhum menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Yusinta Nenobahan Syarief (YNS) atas bantuan berupa fasilitasi ambulans yang mengantar jenazah dari Kota Kupang menuju rumah duka di Dusun Neofkera, Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

banner 325x300

Almarhum Adrianus Seran diketahui meninggal dunia di Bali. Setelah jenazah tiba di Bandara El Tari Kupang pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WITA, ambulans yang difasilitasi oleh Yusinta Nenobahan Syarief langsung menjemput jenazah untuk diberangkatkan menuju Kabupaten Malaka.

Perjalanan darat yang menempuh ratusan kilometer itu berlangsung dengan lancar hingga jenazah tiba di rumah duka di Desa Kufeu pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WITA. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan masyarakat yang telah menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus melaksanakan rangkaian prosesi adat sesuai tradisi setempat.

Suasana haru semakin terasa saat prosesi adat kasih dingin terhadap mobil ambulans berlangsung. Pada momen tersebut, pihak keluarga berinisiatif membayar biaya penggunaan ambulans sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus ungkapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Namun, sopir ambulans, Marjo Alberd Snae, dengan sopan menolak menerima pembayaran tersebut.

Marjo menjelaskan bahwa penolakan itu bukanlah keputusan pribadinya, melainkan amanat langsung dari Yusinta Nenobahan Syarief.

“Ibu Yusinta Nenobahan Syarief berpesan bahwa kami membantu keluarga yang sedang berduka. Jangan sampai mereka terbebani lagi dengan biaya. Ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama,” ungkap Marjo di hadapan keluarga saat prosesi adat kasih dingin terhadap mobil ambulans.

Pernyataan tersebut sontak membuat suasana semakin haru. Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, kepedulian tanpa pamrih itu menjadi penghiburan yang sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka.

Bagi keluarga besar almarhum, bantuan yang diberikan tidak hanya mempermudah proses pemulangan jenazah ke kampung halaman, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan empati yang masih hidup di tengah masyarakat.

Perwakilan keluarga menilai bahwa sikap tulus seperti ini patut diapresiasi dan dijadikan teladan. Menurut mereka, kepedulian terhadap sesama tidak diukur dari besarnya materi yang diberikan, melainkan dari keikhlasan hati untuk hadir membantu orang lain pada saat mereka menghadapi cobaan.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Yusinta Nenobahan Syarief beserta seluruh tim ambulans, khususnya Bapak Marjo Alberd Snae, atas bantuan, perhatian, dan ketulusan hati yang telah diberikan kepada keluarga kami. Semoga segala kebaikan yang dilakukan mendapat balasan berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap perwakilan keluarga.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik duka yang mendalam, masih ada kepedulian yang mampu menghadirkan harapan dan kekuatan bagi mereka yang sedang kehilangan orang tercinta. Bantuan yang diberikan Yusinta Nenobahan Syarief bersama tim ambulans bukan sekadar mengantar jenazah pulang ke kampung halaman, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi keluarga yang sedang menjalani masa-masa sulit.

Tindakan tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan semangat saling membantu masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kepedulian yang lahir dari ketulusan hati seperti inilah yang menjadi teladan sekaligus mengingatkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu memiliki makna besar bagi mereka yang menerimanya.

Editor: Jery Manek

banner 325x300
error: Content is protected !!