BATAM, Radar Perbatasan.com – Kota Batam kembali mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi teknologi global. Kali ini, sebuah kolaborasi strategis antara PT Farmsent Indonesia bersama investor asal Dubai, Uni Emirat Arab, resmi membidik Batam sebagai lokasi utama pembangunan Agriculture Data Center berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Pertemuan audiensi yang dilakukan secara hybrid dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi langkah awal terealisasinya proyek ini. Bukan sekadar pusat data biasa, fasilitas ini diproyeksikan menjadi “otak” digital yang akan mengintegrasikan teknologi analitik, sistem pemantauan lahan real-time, hingga prediksi hasil panen secara akurat.
Mengapa Memilih Batam?
Direktur PT Farmsent Indonesia, Lakuntara Pallahidu, mengungkapkan bahwa pemilihan Batam bukan tanpa alasan. Menurutnya, Batam memiliki ekosistem yang sangat ideal bagi investor mancanegara, khususnya di sektor teknologi.
Beberapa keunggulan strategis Batam yang menjadi daya tarik utama bagi investor meliputi:
• Kedekatan Geografis: Lokasinya yang sangat strategis dengan Singapura memudahkan akses logistik dan konektivitas global.
• Infrastruktur Digital: Ketersediaan jaringan yang mumpuni untuk mendukung operasional cloud computing.
• Status Kawasan: Keuntungan dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang ramah investasi.
• Dukungan Pemerintah: Iklim regulasi yang sangat suportif terhadap pengembangan teknologi dan inovasi.
“Kami melihat Batam memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan Agriculture Data Center di Asia Tenggara. Kehadiran investor dari Dubai menjadi bukti nyata kepercayaan internasional terhadap iklim investasi di Batam,” ujar Lakuntara, pada Senin 29 Juni 2026.
Merevolusi Pertanian Indonesia
Kehadiran Agriculture Data Center ini diharapkan menjadi titik balik bagi sektor pertanian nasional. Dengan memanfaatkan big data, sistem ini nantinya akan mengoptimalkan berbagai aspek krusial, mulai dari manajemen rantai pasok, efisiensi penggunaan energi, hingga memastikan keberlanjutan pertanian di masa depan.
Proyek ini tidak hanya fokus pada sisi teknologi, tetapi juga bertujuan mempercepat transformasi digital petani Indonesia. Dengan data yang presisi, produktivitas pangan nasional diprediksi akan meningkat signifikan, sekaligus meminimalisir risiko kegagalan panen yang selama ini menjadi tantangan bagi petani lokal.
Komitmen BP Batam
Pihak BP Batam menyambut positif inisiatif ini. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha nasional, dan investor global dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital regional.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek ini diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja baru bagi talenta digital lokal serta menempatkan Indonesia lebih kompetitif di peta teknologi pertanian dunia.
Dengan masuknya modal dan teknologi dari Dubai, Batam kini selangkah lebih maju menjadi gerbang utama transformasi digital sektor pertanian Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa Batam semakin relevan sebagai destinasi investasi masa depan yang menjanjikan.
Editor: Budi Adriansyah

















