banner 728x250

Harganas Ke-33, Sekda Kepri Tekankan Ayah Wajib Hadir

Peringatan Harganas 2026 di Kepri menyoroti urgensi keterlibatan aktif ayah di rumah demi membangun karakter anak dan menyambut bonus demografi

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026 kali ini terasa berbeda. Mengusung tema besar “Ayah Wajib Hadir”, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Misni, menyampaikan pesan tajam bagi seluruh kepala keluarga di wilayah tersebut.

Berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur Kepri, Dompak, pada Senin 29 Juni 2026, Misni menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa yang tidak boleh rapuh.

banner 325x300

“Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini pengingat bahwa keluarga adalah pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujar Misni saat memimpin upacara.

Detoks Gawai di Rumah

Salah satu sorotan utama Misni adalah ancaman keterasingan di dalam rumah sendiri akibat ketergantungan gawai. Dia meminta para ayah untuk melepaskan gadget saat berada di rumah dan fokus membangun kedekatan emosional dengan anak.

Kehadiran fisik saja tidak cukup. Menurut Misni, ayah harus hadir secara emosional dan psikologis agar anak memiliki benteng karakter yang kuat di tengah tantangan zaman.

“Ayo, Ayah! Lepaskan gawai saat di rumah. Ajak anak bermain, berikan pelukan hangat, dan terlibat-lah dalam pengasuhan. Dengan begitu, anak-anak kita akan lebih terlindungi dari persoalan sosial seperti perundungan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba,” tegas Misni dengan nada imbauan yang kuat.

Dia menekankan, keterlibatan aktif ayah adalah langkah preventif paling efektif untuk mencegah masalah kesehatan mental yang kini kian marak terjadi di kalangan remaja.

Bonus Demografi dan Masa Depan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Misni juga membacakan amanat dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji. Poin utamanya adalah persiapan matang menyambut bonus demografi Indonesia.

Untuk menghasilkan generasi emas yang berdaya saing, masyarakat diajak untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga:
• Pencegahan Stunting: Fokus pada pemenuhan kesehatan sejak dini.
• Pendidikan Karakter: Menjadikan rumah sebagai pusat penanaman nilai-nilai kehidupan.
• Ketahanan Psikologis: Membangun mental anak yang tangguh dan berkualitas.

Misni menutup amanatnya dengan pernyataan yang menggugah, mengingatkan bahwa setiap keluarga memiliki andil besar dalam nasib bangsa ke depan.

“Generasi yang berkualitas hanya lahir dari keluarga yang kuat. Memperkuat keluarga berarti kita sedang membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Va

banner 325x300
error: Content is protected !!