*Kefamenanu, 26 Juni 2026* –
Sebanyak lima tim pelaksana Program Pengabdian Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) dari Universitas Timor (Unimor) mengikuti Seminar Hasil KOSABANGSA Tahun anggaran 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pengabdian yang telah dilaksanakan di berbagai desa mitra.
Kegiatan seminar hasil tersebut menjadi momentum penting bagi para dosen pelaksana untuk merefleksikan capaian program sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pengabdian yang berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ketua pelaksana kegiatan di Desa Oenbit, *Eduardus Yosef Neonbeni*, menegaskan bahwa Seminar Hasil KOSABANGSA merupakan bagian dari audit mutu internal dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
“Pelaksanaan Seminar Hasil KOSABANGSA merupakan bentuk audit mutu internal untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar bermutu, memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta memiliki keberlanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban tim pelaksana kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek atas anggaran yang telah dipercayakan kepada kami,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dosen sebagai pelaksana program pengabdian harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, sebelum menyusun proposal, dosen perlu melakukan identifikasi dan pendalaman masalah melalui diskusi intensif bersama kelompok masyarakat dan pemerintah desa sehingga program yang diusulkan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa dosen pelaksana program KOSABANGSA tidak memperoleh honorarium dari kegiatan tersebut. Bahkan, biaya perjalanan untuk menghadiri Seminar Hasil KOSABANGSA yang dilaksanakan secara luring tidak dapat dibebankan pada dana hibah program. Kementerian hanya menanggung biaya akomodasi selama kegiatan berlangsung, sedangkan biaya transportasi dan uang harian menjadi tanggung jawab institusi asal masing-masing peserta.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa dedikasi dosen dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat lebih didorong oleh semangat pengabdian dan tanggung jawab akademik daripada orientasi finansial. Karena itu, dukungan institusi menjadi faktor yang sangat menentukan keberlanjutan dan kualitas pengabdian yang dilakukan para dosen.
Sementara itu, salah satu ketua tim pelaksana, *Ody Wolfrit Matoneng*, mengatakan bahwa Seminar Hasil KOSABANGSA Tahun 2025 memberikan banyak motivasi dan pengalaman baru dalam membangun kolaborasi yang solid untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat di daerah tertinggal.
“Kegiatan ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana membangun sinergi dan menemukan celah solusi terhadap permasalahan masyarakat. Sebagai agen perubahan, dosen dan perguruan tinggi harus hadir langsung di tengah masyarakat dan membangun pengabdian yang berkualitas serta berkelanjutan bagi daerah-daerah 3T,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan seminar hasil tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tim pelaksana, tetapi juga membawa nama baik Universitas Timor di tingkat nasional. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan yang lebih nyata, baik secara moril maupun materil, dari institusi, khususnya dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Timor.
Keberhasilan lima tim Unimor dalam melaksanakan dan mempresentasikan hasil Program KOSABANGSA menjadi bukti bahwa dosen Universitas Timor memiliki kapasitas dan komitmen tinggi dalam membangun masyarakat melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi. Namun, capaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa prestasi dan dedikasi para dosen harus diimbangi dengan kebijakan institusional yang lebih progresif.
Sudah saatnya Universitas Timor memberikan dukungan penuh kepada dosen-dosen berprestasi yang membawa nama baik lembaga di tingkat nasional. Dukungan terhadap kegiatan akademik dan pengabdian bukan semata-mata untuk kepentingan individu dosen, melainkan merupakan investasi strategis bagi peningkatan reputasi, akreditasi program studi, dan daya saing Universitas Timor di tingkat nasional maupun internasional.
Seminar Hasil KOSABANGSA Tahun Anggaran 2025 akhirnya tidak hanya melahirkan laporan pertanggungjawaban program, tetapi juga melahirkan semangat baru bagi Universitas Timor untuk terus memperkuat budaya pengabdian, kolaborasi, dan keberpihakan kepada masyarakat melalui dukungan nyata terhadap para dosen pengabdi.**

















